Tampilkan postingan dengan label anak yatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak yatim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Cara Menyantuni Anak Yatim

Panti Asuhan - Anak yatim adalah anak yang ditinggalkan mati ayahnya selagi ia belum mencapai umur balig. Dalam Islam, anak yatim memiliki kedudukan tersendiri. Mereka mendapat perhatian khusus dari Rasulullah saw. Ini tiada lain demi untuk menjaga kelangsungan hidupnya agar jangan sampai telantar hingga menjadi orang yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, banyak sekali hadis yang menyatakan betapa mulianya orang yang mau memelihara anak yatim atau menyantuninya. Sayang, anjuran Beliau itu sampai kini belum begitu mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat. Hanya sebagian kecil saja umat Islam yang mau memperhatikan anjuran itu. Hal ini semestinya tidak layak dilakukan umat Islam yang inti ajarannya banyak menganjurkan saling tolong sesama umat Islam dan bahkan selain umat Islam.

Ada beberapa cara berbuat baik kepada anak yatim:

1. Memberinya makan dan pakaian, serta menanggung kebutuhan-kebutuhan pokoknya.

2. Mengusap kepalanya serta menunjukkan kasih sayang kepadanya. Tindakan ini akan mempunyai pengaruh besar terhadap kejiwaan anak yatim. Ibnu Umar rodhiyallohu 'anhu jika melihat anak yatim, beliau mengusap kepalanya dan memberinya sesuatu.

3. Membiayai sekolahnya, sebagaimana seseoang ingin menyekolahkan anaknya.

4. Mendidiknya dengan ikhlas, sebagaimana keikhlasanya dalam mendidik anak kandungnya sendiri.

5. Jika ia melakukan perbuatan yang mengharuskan di beri hukuman maka bersikap lemah-lembut dalam mendidiknya.

6. Bertakwa kepada Alloh dalam mengelola harta anak yatim, jika anak yatim itu mempunyai harta kekayaan. Jangan sampai hartanya di habiskan karena menginginkan agar anak yatim itu kelak tidak meminta hartanya kembali. Sebaliknya, hartanya harus di jaga, sehinga ketika ia telah dewasa, harta tersebut dikembalikan kepadanya.

7. Mengembangkan harta anak yatim dan bersikap ikhlas di dalamnya, sehingga hartanya tidak habis oleh zakat.

(berbagai sumber)

Info Terkait: Model Baju Muslim Terbaru

Kamis, 15 April 2010

Menjadi Anak Yatim karena Kemiskinan



Banyak orang berpikir panti asuhan di dunia penuh anak-anak yang kehilangan orangtua dalam perang, bencana atau karena penyakit. Tapi kenyataan mungkin lebih tragis lagi.

Ternyata setidaknya empat dari setiap lima anak yatim punya satu dan kadang dua orangtua yang tidak mampu merawat mereka.

Organisasi amal Save the Children baru saja menerbitkan laporan yang menunjukkan bahwa di beberapa negara, angka tadi bahkan lebih tinggi - 90 persen di Ghana misalnya, 95 persen di Indonesia dan yang menakjubkan 98 persen di Eropa Timur dan Tengah.

Penasehat Perlindungan Anak Louise Melville-Fulford berkata kepada RNW ada satu penyebab utama mengapa begitu banyak anak menjadi anak yatim, yakni kemiskinan.

Rentan
Sementara orangtua yang menyerahkan anak percaya bahwa itu adalah satu-satunya cara memberi mereka kehidupan yang lebih baik, dalam kenyataan justru terjadi sebaliknya. Anak-anak di lembaga tersebut jauh lebih rentan terhadap pelecehan, pengabaian, eksploitasi dan mengalami dampak psikologis.

Save the Children melaporkan bahwa anak-anak yang tumbuh di panti asuhan lebih cenderung mengalami gangguan pertumbuhan, masalah perilaku dan memiliki IQ lebih rendah daripada mereka yang dibesarkan di rumah atau di rumah anak angkat.

Save the Children berusaha menghilangkan mitos bahwa panti asuhan adalah jawaban bagi keluarga yang kesulitan membesarkan anak mereka. Organisasi ini mencoba membujuk pemerintah dan donor untuk menyumbang dana kepada proyek-proyek yang mendukung keluarga bersangkutan.

Adopsi
Organisasi amal itu sendiri tidak mendukung lembaga-lembaga namun berfokus pada proyek-proyek, mengembangkan dukungan kepada keluarga dan masyarakat.

Selain itu juga mendukung program-program yang memberikan pelayanan alternatif bagi anak-anak yang benar-benar anak yatim - seperti pelbagai program untuk anak angkat dan adopsi - dan bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan standar di rumah si anak itu tinggal serta membantu dalam proses deinstitusionaliasi.

Di beberapa negara panti asuhan telah menjadi bisnis besar, kata Louise Melville-Fulford, menyebabkan jumlah lembaga macam itu bertambah pesat beberapa tahun terakhir, khususnya di Afrika dan Asia.

"Panti asuhan sering dipandang sebagai jalan keluar mudah, dan cenderung menarik banyak sumbangan. Orang berniat jahat mengambil keuntungan darinya. Mereka mungkin memakai sendiri sumbangan daripada menggunakannya bagi anak-anak yang diasuh mereka. Dalam situasi terburuk, anak-anak 'diculik' masuk panti asuhan karena sumbangan dana sering dikaitkan dengan jumlah anak-anak yang ditampung di panti asuhan. Semakin banyak anak yang ditampung, semakin banyak uang yang mereka terima. Anak-anak kemudian diselundupkan keluar dari lembaga tersebut."

Dukungan tepat
Menurut Save the Children bahkan keluarga termiskin cukup mampu merawat anaknya sendiri, jika saja diberikan dukungan yang tepat. Oleh karena itu organisasi tersebut mendesak pemerintah, donor dan mereka yang bekerja di panti asuhan sehingga berupaya memberikan bantuan.

rnw.Nl

Selasa, 26 Januari 2010

Berbagi Kegembiraan dengan Anak Panti Asuhan



Sayangilah anak yatim, maka Allah SWT akan menyayangi kita. Seratus tiga puluh lima anak panti asuhan tampak berseri-seri. Mereka berasal dari Panti Asuhan Al-Aliyah Tebet, Jakarta Selatan, dan Panti Asuhan Al-Fatah, Bekasi. Di Lantai 39 Gedung BII, di kawasan Jalan MH Thamrin, di jantung Jakarta, anak-anak itu berkumpul.

Di sana ada artis Nia Zulkarnaen dan suaminya Ari Sihasale, artis Surya Saputra dan istrinya Cynthia Lamusu, artis senior Nani Wijaya dan Mieke Wijaya.

Anak-anak panti asuhan yang kehilangan kasih sayang orangtua itu bisa jadi belum pernah naik lift di gedung jangkung, atau bertemu langsung dengan para artis. Namun, pada hari itu mereka merasakan kegembiraan bersama.

Nia Zulkarnaen, pelindung Panti Asuhan Al-Aliyah Tebet, Jakarta Selatan, mengatakan, sejak kecil sudah diajar orangtuanya untuk membantu kaum duafa. Kehadiran Nia bersama suaminya, Ari, memang memberi nuansa berbeda.

”Aku juga diajak guru ngaji, Pak Rasjid, untuk membantu anak-anak yatim piatu di Bekasi,” kata Nia yang tampak berbahagia berkumpul dengan anak-anak tersebut. Bagi Nia, anak yatim piatu merupakan sumber ketenangan batin. Mendekati dan berbuat baik kepada mereka, akan menenangkan kalbu.

Anak-anak panti asuhan itu mendapatkan bingkisan berupa kitab suci Al Quran dan terjemahannya dari Direktur Sinar Mas, Yan Partawijaya.

Managing Director Sinar Mas G Sulistyanto mengatakan, perusahaannya memproduksi kertas untuk Al Quran dan diekspor ke negara-negara Timur Tengah. ”Ini salah satu aksi sosial kami kepada masyarakat,” kata Sulistyanto, yang juga Ketua Eka Tjipta Foundation (ETF).

Selama ini Grup Sinar Mas menjual minyak goreng dengan harga murah kepada masyarakat kurang mampu, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan itu kepada masyarakat.

Dalam bulan suci Ramadhan ini, Grup Sinar Mas membagikan gratis kitab suci Al Quran, yang kertasnya dibuat di pabrik kertas PT Indah Kiat. Kertas itu sudah teruji halal dan legal.

”Jika saat berbuka puasa, kita disuguhi makanan, kali ini tidak hanya itu. Kita juga diberi santapan kekal yang bermanfaat selamanya,” kata Nia.

Nia menuturkan, hubungannya dengan Sulistyanto berawal ketika dia masih menjadi Humas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), ketika itu Sulistyanto menjadi salah satu Ketua PBSI.

cetak.kompas.com

Rabu, 13 Januari 2010

Panti Asuhan Punya Andil Kurangi Kemiskinan



Panti asuhan sebagai sebuah lembaga sosial mempunyai andil yang luar biasa untuk mengurangi pengangguran, dan pada akhirnya bisa membantu pemerintah mengurangi kemiskinan. Sebab, panti asuhan, lewat pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang dilakukannya, dapat turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Keterampilan adalah salah satu alat untuk memperoleh penghasilan," kata Menko Kesra Agung Laksono dalam kata sambutannya membuka Jambore Panti Asuhan Se-Provinsi Riau di Taman Rekrasi Alam Mayang, Pekanbaru, Riau, Jumat (8/1/2010).

Menteri mengakui, salah satu persoalan bangsa yang cukup krusial dihadapi sekarang ini dan masa mendatang adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Persoalan SDM ini, kata Agung, sangat kompleks dan universal seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman yang semakin kompetitif, tanpa batas, dan semakin terbuka.

"Untuk itu diperlukan adanya upaya-upaya terencana, strategis dan sinergis dari seluruh elemen bangsa dengan mengerahkan segenap potensi yang ada," kata menteri.

Dalam kesempatan itu, menteri juga mengajak masyarakat untuk mengubah pendekatan pelayanan anak-anak panti asuhan dari pendekatan belas kasihan menjadi pendekatan yang berorientasi pemenuhan hak asasi manusia.

"Sehingga pelayan yang berbasis kelembagaan atau panti secara bertahap berubah menjadi pelayanan yang bersumber dari dan oleh masyarakat," terangnya.

Menteri menyaksikan semakin berkurangnya jumlah panti asuhan dari waktu ke waktu. Namun, menurut dia, yang masih bertahan seiring perubahan waktu hanyalah panti-panti yang dikelola dengan melibatkan partisipasi keluarga, masyarakat.

"Sedangkan pemerintah berfungsi sebagai regulator," ujar dia.

detiknews.com

Rabu, 06 Januari 2010

Panti Asuhan Selenggarakan Kegiatan Kreatif



Sejumlah Panti Asuhan di Yogyakarta mengisi liburan menjelang Lebaran dengan berbagai pelatihan untuk mengasah keterampilan dankreativitas. Selain bekal di masa depan, kegiatan ini juga dimaksudkanmenghibur warga panti asuhan.

Pengasuh Panti Asuhan Wiloso Projo Kota Yogyakarta Gunawan, Kamis (17/9), menuturkan, selama bulan Ramadhan, sebanyak 37 anak asuh di panti tersebut mendapat keterampilan tata boga yang terdiri atas memasak hidangan dan kue-kue kering

Mendekati hari Lebaran, kue-kue kering itu akan dihias dan dikemas dalam bentuk parsel untuk diberikan sebagai bingkisan Lebaran kepadapara kerabat yang dikunjungi. Meskipun sebagian besar sudah tidak mempunyai orangtua, anak-anak asuh Panti Asuhan Wiloso Projo tetap merayakan Lebaran bersama kerabat yang masih ada.

Latihan membuat hidangan besar digunakan untuk memenuhi pesanankatering yang dibuka panti selama Ramadhan. Setiap hari selama Ramadhan ini, pesanan katering di panti itu berkisar 50-200 porsi. Keuntungan usaha ini selanjutnya dibagikan kepada para anak asuh untuk biaya Lebaran.

Suyati, salah seorang pengasuh di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah, Ngampilan, Kota Yogyakarta, mengutarakan, keterampilan dan kreativitas sangat penting dimiliki oleh anak panti asuhan. "Untuk bekal mereka kalau nanti keluar dari sini," ujarnya.

Sepekan menjelang Lebaran, panti asuhan yang didirikan KH Ahmad Dahlan, tahun 1928, itu diramaikan berbagai kegiatan, di antaranya berlatih kesenian kasidah, memasak, dan membuat lampion untuk meramaikan malam takbiran.

Salah seorang musyrifa atau pembina panti, Retna Mudiasih, mengatakan, sebagian besar anak asuhnya baru pulang ke rumah setelah shalat Id dan bersilaturahmi dengan warga panti. "Tapi, ada sekitar 10 anak yang tidak pulang karena sudah tidak punya orangtua atau asalnya jauh dari sini," katanya.

cetak.kompas.com

Rabu, 02 Desember 2009

Menyulap Panti Asuhan hingga Diminati Masyarakat



DULU Panti Asuhan Kumuda Putra Putri kurang diperhitungkan masyarakat, khususnya yang kurang mampu baik di bidang sosial maupun ekonomi. Namun kini berkembang pesat, bahkan menyandang predikat sebagai salah satu panti asuhan percontohan. Itulah Panti Asuhan Kumuda Putra Putri yang berlokasi di Jl Alibasyah Sentot Prawirodirjo 940 Magelang.

Menurut penuturan pimpinannya, Sumardjo SSos, perkembangan panti asuhan anak-anak ini cukup menggembirakan. Dulu, para orang tua banyak yang beranggapan bahwa panti merupakan penampungan bagi anak-anak nakal, buangan, kumuh, dan meyedihkan. Karena itu, mereka enggan memasukkan anaknya ke panti asuhan tersebut. ''Namun sekarang kondisinya berubah, banyak anak yang datang ke sini harus pulang dengan menangis karena gagal tertampung,'' kata Sumardjo.

Keadaan berbalik itu terjadi berkat usaha dia sejak menangani panti tersebut dua tahun lalu. Dia menjelaskan, dia tak henti-hentinya turun ke bawah untuk melakukan sosialisasi dan motivasi kepada masyarakat tentang eksistensi Panti Asuhan Kumuda Putra Putri yang dipimpinnya. Ketika para tokoh dan anggota masyarakat melihat sendiri keberadaan panti, mereka kebanyakan terkesima sekaligus menepis anggapan buruk tentang tempat penampungan anak-anak itu. Suasana panti yang bersih, nyaman, dan lengkap dengan berbagai fasilitas sarana dan prasarana membuat anak-anak betah tinggal di tempat tersebut.

''Kami memberikan pelayanan yang prima, santun, dan berdedikasi kepada anak-anak di sini,'' tutur Sumardjo tentang usahanya mengelola panti asuhan milik Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Jateng pimpinan Drs Soewoko SH itu.

Prestasi Bagus

Dia menjelaskan, panti yang dipimpinnya tersebut dihuni oleh 140 anak, terdiri atas 64 anak laki-laki dan 76 anak perempuan yang rata-rata berusia 7 -18 tahun. Dengan digerakkan oleh 9 PNS dan 7 pegawai harian lepas, mestinya panti ini belum ideal karena kurangnya tenaga profesional di bidang kesejahteraan sosial. Meski demikian, dia bangga karena selama dia memimpin anak-anak, hampir semuanya memiliki prestasi luar biasa di sekolah masing-masing. Di atas 80% anak-anak asuhannya menduduki peringkat 1-10, bahkan seorang di antaranya saat ini menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Purwokerto.

Selain menempuh pendidikan formal, anak-anak yang lulus SLTA juga diberi kursus keterampilan menyetir mobil hingga mendapatkan SIM, sedangkan yang putri diberi kursus kecantikan dan menjahit. Di samping itu memang dikondisikan siap bekerja. Selain itu juga diajarkan cara beternak unggas, ikan, mendekor dengan janur, merangkai bunga, dan sebagainya.

''Masih banyak kegiatan yang kami berikan kepada mereka, dari pramuka hingga membentuk kelompok sinoman yang sering dibutuhkan oleh masyarakat sekitar,'' jelasnya.

Karena kerja keras dan kedisiplinan para pengasuhnya, panti ini memperoleh anggaran dari APBD 2004 sebesar Rp 704 juta untuk merenovasi bangunan yang saat ini masih terus dikerjakan.

''Sayangnya, keasrian panti asuhan ini terganggu oleh tumpukan limbah kotak pemilu selama tiga periode sehingga terkesan kumuh,'' keluh Sumardjo yang mengaku telah menyurati Pemkot Magelang mengenai tumpukan kotak itu. Namun hingga kini belum ada jawaban.

suaramerdeka.com

Hal Yang Penting Diketahui Tentang Keputihan


Keputihan tidak hanya dialami wanita. Pria pun bisa mengalami keputihan. Biasanya tertular dari istri, kalau keputihan istri jenis keputihan (Obat Keputihan) infeksi. Artinya, ada bibit penyakit dalam keputihannya. Lewat hubungan seksual, bibit penyakit ini ditularkan kepada suami. Walau gejala keputihan suami tidak senyata pada wanita, gejalanya sama. Ada keluhan gatal dan keluar lendir abnormal dari liang kemih pria.

Keputihan pada wanita tidak selalu berarti normal. Keputihan (obat keputihan) umumnya dianggap lazim pada wanita dewasa. Keputihan bisa dianggap normal (bukan karena penyakit) bila cairannya bersifat encer, bening, tidak berbau, dan tidak pula gatal. Biasanya muncul menjelang haid sebagai bagian dari aktivitas hormon wanita. Keputihan yang sama juga mungkin muncul pada reaksi alergi pada pakaian dalam yang tidak cocok. Pada wanita berbakat alergi, pakaian dalam berbahan nilon, misalnya, bisa menimbulkan gejala keputihan juga. Begitu juga jika memakai semprot pembersih vagina, tisu vagina, tisu KB, atau bedak pada vagina. Hubungan badan dengan suami memakai karet KB pun bisa berakibat sama. Gejala keputihan juga bisa merupakan manifestasi dari berlebihan fungsi kelenjar sekitar vagina. Kita tahu dalam kondisi terangsang seksual, baik secara mekanis (celana ketat, berbantal guling), maupun secara berkhayal oleh novel romantis, produksi lendir vagina bisa meningkat. Rangsangan seksual menimbulkan gejala keputihan juga. Termasuk keputihan di kalangan lesbian, memakai ***** artifisial, pengguna vibrator, atau wanita yang punya kebiasaan masturbasi dengan alat yang kurang bersih.

Anak balita perempuan juga bisa keputihan. Bisa jadi begitu. Kasus keputihan pada balita perempuan bisa terjadi jika mengasuhnya atau baby sitter nya mengidap keputihan (obat keputihan) karena penyakit, dan bukan keputihan biasa. Artinya penyakit ini mungkin menempel di jemari tangan si pengasuh saat ia habis berkemih. Dan bibit ini bisa saja pindah ke kemaluan balita perempuan yang diasuhnya sewaktu mencebokinya. Dengan cara demikian, keputihan penyakit ditularkan kepada si anak.

Jenis keputihan ada banyak. Selain keputihan (obat keputihan) yang normal, kita juga mengenal keputihan penyakit. Kalau keputihan normal lendirnya bening, encer, tidak berbau, dan tidak gatal. Keputihan penyakit sebaliknya. Selain lendirnya kental, berwarna putih susu, kuning, atau kehijauan, umumnya berbau dan gatal pula.

Keputihan penyakit tidak mengenal musim, sebab hampir selalu muncul selama belum diobati. Sedang keputihan bukan penyakit hanya muncul pada saat-saat tertentu saja, seperti menjelang haid, kecapekan, atau sewaktu terangsang seksual.

Keputihan penyakit disebabkan oleh masuknya bibit penyakit ke vagina. Kita tahu vagina merupakan liang yang terbuka dengan dunia luar. Hanya dengan mengandalkan kuman-kuman bersahabat di dalam vagina, yang menghasilkan suasana asam di sana, maka bibit penyakit dari luar tidak mudah masuk.

Keputihan oleh kuman, biasanya berasal dari liang dubur. Kita tahu liang dubur selain membuang ampas, bersamanya mungkin saja keluar juga kuman. Kuman biasanya berasal dari makanan atau minuman yang sudah tercemar (obat keputihan).

Kebiasaan berhanduk, dengan menggosok dari belakang ke depan selangkangan, memungkinkan memindahkan kuman dari liang dubur ke vagina. mestinya berhanduk dari depan ke belakang. Sehingga kalau memang ada kuman di liang dubur, kuman tidak sampai terbawa masuk ke vagina (obat keputihan).

Kuman juga bisa masuk vagina berasal dari pembalut selagi haid. Jika pada hari hari pertama haid terlambat mengganti pembalut, pembalut yang sudah basah dan terlalu lama dipakai, mungkin sudah tercemar air cebok, sehingga mengundang kuman bersarang di sana (obat keputihan). Kuman tersebut yang menyebabkan keputihan juga.

Selasa, 20 Oktober 2009

Indahnya Berbagi Rezeki dengan Anak Panti Asuhan



INDAHNYA Ramadan, tidak sekadar menahan haus dan lapar. Namun momentum Ramadan semakin berkesan saat bisa menikmati indahnya berbagi dengan sesama. Itulah yang dilakukan siswa SD Negeri Plamongansari 02 yang memberikan santunan kepada anak-anak di Panti Asuhan baru-baru ini.

Saat itu, terik matahari pukul 11.30 begitu menyengat. Namun, tak menyurutkan niat siswa SD Negeri Plamongansari 02 untuk menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan Darul Hasanah di Jalan Letjend Sarwo Edi Wibowo dan Panti Asuhan Fafirruu Ilallah di Jalan Blambangan Timur, Bangetayu Wetan, Genuk.

Di dampingi Guru Agama Islam Umi Salma, 25 siswa dan segenap guru SD Plamongansari 02 membagikan santunan kepada anak-anak panti asuhan. Fajrul Falah, salah seorang anak yatim piatu merasa gembira memperoleh bantuan ini. ”Senang memperoleh bantuan, nanti saya bisa minum teh setiap hari untuk berbuka”, ujar siswa kelas 4 MI Tarbiyatus Syibyan ini.

Siswa SDN Plamongansari 02 membawa kardus berisi bahan kebutuhan pokok (sembako), seperti beras, gula pasir, mi instan, minyak goreng, kecap, dan teh. Puluhan anak panti asuhan terlihat gembira. ”Alhamdulillah, kami bisa menerima santunan sembako”, kata Khoeroni (25), ketua Panti Asuhan Fafirruu Ilallah.

Kegiatan pembagian santunan sembako ini merupakan bakti sosial dalam serangkaian kegiatan Ramadan SDN Plamongansari 02. Tatik Sulistyaningsih, guru kelas 6 mengatakan, santunan ini terkumpul atas sumbangan dari seluruh siswa.

”Sumbangan tersebut terkumpul dari masing-masing siswa, kelas satu membawa empat bungkus mi instan per siswa, kelas dua membawa satu bungkus teh, kelas tiga satu botol kecap, kelas empat seperempat minyak goreng, kelas lima satu bungkus kopi, dan kelas enam setengah kilogram gula pasir. Selain itu, pihak guru dan sekolah memberikan 25 kg beras”, tuturnya.

”Alhamdulillah, ini salah satu wujud rasa syukur siswa dan guru terhadap limpahan rezeki serta nikmat dari Allah SWT di bulan Ramadan. Lebih nikmat rasanya, bila kita bisa berbagi,” tutur Tatik.

suaramerdeka.com