Tampilkan postingan dengan label pasta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Agustus 2010

Sebuah Buku Tentang Syukur

By: Ratih

M.J Ryan menulis buku dengan proses panjang. Lucunya, pada saat ia sedang memberi sentuhan akhir pada bukunya, ia buka kue keberuntungan yang pas dengan tulisannya. Di sebuah restoran yang menyediakan chinese food, ia baca isi kue. Tebak apa isinya? “Stop searching. Happiness is just next to you.” Kebahagiaan memang seringkali dicari orang diluar dirinya. Padahal setiap peristiwa yang kita alami tidak selayaknya hanya dilihat sebagai hal negatif. Bagi seorang pesimis, sesuatu yang berjalan lancar hanyalah merupakan kebetulan selanjutnya keburukan menanti. Pada dasarnya, sikap optimis akan kehidupan yang lebih baik, sikap syukur dan selalu lihat sukses yang telah diraih merupakan cara untuk berbahagia.

Pengalaman buruk dalam hidup yang dialami M. J Ryan membuatnya selalu mencari arti kebahagiaan. Keluarga dan teman-teman menjadi tempat pencariannya. Bagaimana mungkin orang lain merasa baik-baik saja, sementara M. J Ryan merasa selalu menderita? Maka ia bertanya-tanya dan mencari jawaban yang benar dengan menjadikan orang-orang sekelilingnya sebagai guru kehidupan. Meski pada akhirnya M. J Ryan mampu bersikap lebih positif, namun tak menjadikannya seorang ahli dalam menjalani kehidupan. Hanya saja, sikap positif dan bersyukur itulah yang sepatutnya kita tiru. Sebuah buku menarik yang dia tulis justru menguatkannya. Ia sadar bahwa orang-orang yang dijadikannya guru justru mereka yang mengalami tantangan berat selagi usia muda. Rasa sakit yang dialaminya mungkin saja tak sebanding dengan sakit yang dialami keluarga dan teman-temannya.

Buku M. J Ryan dijadikan referensi bagi mereka yang ingin menyembuhkan diri dari luka. Maka, buku ini bukanlah buku yang habis sekali baca. Namun buku yang perlu direnungi setelah dibaca satu kali. Bahkan relasinya, Sue Bender merekomendasikan buku ini dibaca setiap hari agar tetap semangat hadapi hari. Jika ingin merasakan efek luar biasa dari sikap syukur, buku ini memang pilihan tepat.

Daftar Pustaka:
Ryan, M. J. 1999. Attitudes of Gratitude: How to Give and Receive Joy Every Day of Your Life. Boston: Conari Press.


See also: pasta, tamani, marzano

Rabu, 18 Agustus 2010

Pepenero

My first review! aduh agak grogi de jadinya tongue

hemmm ini kali pertama aku dateng ke PEPeNERO.. diajakin sama tetangga nih, katanya disana makanan italianya mantap~ akhirnya dari GI kita meluncur de ke PEPeNERO.. ga jauh ya ternyata, dari GI tinggal lewat tanah abang trus arah2 ke ambasador, ga jauh darisana keliatan de plang nya kinclong2.. capcuussssss

begitu dateng, semua table udah penuh.. tapi ternyata dapet tempat jg tapi diluar.. next time ga lupa reserved dulu de sebelumnya smile setelah dpt table, dateng mbak2 kasih menu. menu nya imut de ky dibuat dari kertas daur ulang gt.. btw menunya pake bahasa itali bo! haduh sadisme.. eh setelah diliat2 ada penjelasannya jg pake bahasa inggris dibawahnya.. slamet2 XD tapi tetep aja setelah baca2, aku bingung mau pesen apa.. tanya2 deh sama mbak2nya akhirnya.. mbak kalo mau yg bla bla blaa.. pesennya apa ya? akhirnya di rekomendasiin utk order ini itu.. ramah banget mbak nya smile

sambil order2 makanan,ada mbak lain yg dateng ngasi semacam appetizer gitu, isinya roti2 dan kue kering mirip stik keju, plus ada bruschetta tomat masing2 sebanyak 3 buah,, bingung dong, aku tanya deh itu compliment ya? *kepedean* eh bener bo compliment! enak2 lohhh lol

nah setelah ditimang2,ini makanan yang kami order :
bowlFilleto Ai Funghi - 89k
pesenan tetangga dan cowo ku.. tenderloinnya itu hmmmmmmmmmmmmmmm *speechless* dagingnya tebelll,berasa gurih diluar, lembut bgt di dalem.. rasa bumbu2nya jg ngeresap banget sampai ke tengah daging,.. sausnya mantap,soal rasa dan kelembutan ga kalah sama steak yang 400k.. oya steak ini ditemenin sama mashed potato.. gravy nya jg mantap.. recommended banget menurut aku :thumbup:

bowlMaltagliati Stracicati - about 50k
km doyan pasta dengan saos bolognaise dan taburan keju mozarella? hmm ini pas banget buat km! pertama nyicip, rasanya meleleh ky tu keju mozarella *lebaiii* enak banget bo! buat yang suka pedas, jangan lupa order ke waiterss nya ya minta yg pedas ;)

minuman yang kami pesen agak standard nih,, soale tadi abis ngopi di starbucks, ga mau minum yang blended/latte2 lagi jadinya.. smile
mojito - lupa liat harganya sad
twinings green tea - about 25k
bir bintang large - lupa liat harganya sad

setelah selesai makan, aku tergoda buat order desert.. passss aja sebelum aku minta buku menu, dateng waiterss bawa 3 gelas kecil isinya ky coklat mousse gitu anterin ke meja.. bingung de aku, latah aku tanya.. "mbak,ini compliment lagi?" iyah bo ternyata dapet compliment lagi! yaampunn senangnya makan disiniiii~^^
setelah dicoba, coklat itu mirip ky fla untuk puding,, jadi ga sekental mousse coklat. kalo aku kira2 ingredients nya dark chocolate,alkohol/rum (soalnya diminum anget2 hehe),sama kacang2an.. enak bangett!! ga nyangka ini bisa jadi compliment.. kalo dijual 40k kali ya harganya lol

selesai makan,tetanggaku order wine buat bawa pulang.. total kita bertiga makan sekitar 570k.. murah bgt ya +1 botol wine pula lol

aku pasti balik2 kesana lagi! dan ga lupa reserved sebelumnya biar duduk didalem hehee..
Thanks PEPeNERO~^^

Source: www.id.openrice.com

See also: tamani, marzano



Review From Member5

Hi all,

One of the best italian food, itulah pendapat saya tentang Nuzzy's mousse and resto ini.
Berikut cerita saya mengenai resto yang satu ini :
Saya ke Central Park Mall karena ada diskon 30% dari Gramedia, tapi karena suasana sore hari itu di toko buku tersebut sangat sangat padat, saya bersama doi tercinta membatalkan niat membeli buku. Dan ternyata tidak hanya di Gramedia saja yang sangat padat tapi hampir seluruh area mall (karena ada event superhero japan dan tentu saja care4 yang selalu rame di akhir pekan). Kami sudah pengap rasanya dan memutuskan pulang saja sambil berjalan2 terlebih dahulu di taman yang ada di salah satu mall terbesar di JakBar ini, tidak sengaja melihat monster2 milik Nuzzy yang lucu2 dan kebetulan di resto ini hanya didatangi beberapa pengunjung serta jauh dari hiruk pikuk manusia, maka kami memutuskan dinner di sini aja.

Resto ini terdiri dari outdoor dan indoor, kami memilih indoor saja karena kami non-smooker. Interior di dalam cukup unik dan suasana sangat comfort. Setelah melihat menu yang cukup besar dan dibingkai, kami memesan Soft Shell Atlantic Crab, Aglio Olio Smoked Beef, Choco Cream Coffee, dan Lyche Strawberry Tea.

bowl Soft Shell Atlantic Crab - 35k
Tidak berasa ini merupakan kepiting soka, kepitingnya dan cangkangnya sangat lembut. Rasanya pas dan menari-nari di lidah. Tapi sayang tepungnya kurang cruncy. But It's perfect snack for starter.

Aglio Olio Smoked Beef - 35k (medium size)
Pasta dengan mushroom dan smoked beef yang dimasak dengan saus aglio (kata waiternya - bawang putih), cabe kering dan cream. Pasta-nya boleh pilih homemade fettucini, regular fettucini, spaghetti, dsb. Untuk homemade fettucini dibagi menjadi 4 warna : kuning, merah, hitam, dan hijau. Warna kuning dan hitam saya lupa kandungannya dari apa, untuk merah dari beef, dan hijau dari spinach. Saya memilih warna merah. Pada saat menu ini datang, warnanya merah semua, mengerikan . Tapi untuk rasa : PERFECTO. Rasanya didominasi oleh asin dan sedikit rasa pedas, tapi sangat pas di lidah. Luar Biasa Uenak . Kami sampai menyesal tidak pesan yang large.

Choco Cream Coffee - 24k
Cokelat, kopi, cream, dan cinnamon berpadu menjadi satu menjadi minuman yang sangat yummy. Saya sebenarnya tidak suka cinnamon tapi dengan adanya cinnamon di minuman ini membuat sensasi yang berbeda. MUST TRY, VERY RECOMMENDED.

Lyche Strawberry Tea - 24k
Teh dengan rasa lyche strawberry ini menyegarkan, tapi tidak special.

Setelah makanan kami yang super lezat di atas habis, kami tertarik untuk mencoba pizza-nya, akhirnya kami memesan Milano Marinara Pizza.
Milano Marinara Pizza - 52k(medium size)
Pizza dengan topping seafood, segala macam seafood ada di atas pizza ini mulai dari cumi sampai oyster. Untuk rasa OK, rasa amis yang biasa ada di seafood pizza masih acceptable. Pinggirannya sangat crunchy. Great Pizza for Seafood Pizza Lovers.

Makanan yang ada di resto ini superb, kami masih mau order menu lain lagi tapi karena mengingat perut yang sudah full kami mengurungkan niat kami. O ya selain Snack ringan, Pasta dan Pizza, terdapat juga soup, salad, burger & sandwich, paela, dan steak. Untuk minuman tersedia juga cocktail dan varian kopi lainnya.

Overall, seperti yang saya katakan di atas, One of the best italian food untuk Nuzzy's resto yang juga memiliki cabang di Napoli dan New York. Sayangnya resto ini terletak agak terpencil, yang membuat para pengunjung mall tidak menyadari kehadirannya.

Tips : kosongkan perut sebelum ke Nuzzy's karena anda pasti akan makan lagi, lagi, dan lagi


Source: www.id.openrice.com


See Also: Tamani

Rabu, 11 Agustus 2010

Fresh Cocktail

A cocktail today usually contains one or more types of liquor and one or more mixers, such as bitters, fruit juice, fruit, soda, ice, sugar, honey, milk, cream, or herbs.

History

The earliest known printed use of the word cocktail was in The Farmer's Cabinet on April 28, 1803:

Drank a glass of cocktail—excellent for the head...Call'd at the Doct's. found Burnham—he looked very wise—drank another glass of cocktail.

The earliest definition of cocktail was in the May 13, 1806, edition of the Balance and Columbian Repository, a publication in Hudson, New York, in which an answer was provided to the question, "What is a cocktail?". It replied:

Cocktail is a stimulating liquor composed of spirits of any kind, sugar, water, and bitters—it is vulgarly called a bittered sling and is supposed to be an excellent electioneering potion, inasmuch as it renders the heart stout and bold, at the same time that it fuddles the head. It is said, also to be of great use to a Democratic candidate: because a person, having swallowed a glass of it, is ready to swallow anything else.

Compare the ingredients listed (spirits, sugar, water, and bitters) with the ingredients of an Old Fashioned.

The first publication of a bartenders' guide which included cocktail recipes was in 1862 — How to Mix Drinks; or, The Bon Vivant's Companion, by "Professor" Jerry Thomas. In addition to listings of recipes for Punches, Sours, Slings, Cobblers, Shrubs, Toddies, Flips, and a variety of other types of mixed drinks were 10 recipes for drinks referred to as "Cocktails". A key ingredient which differentiated "cocktails" from other drinks in this compendium was the use of bitters as an ingredient, although it is not used in many modern cocktail recipes.

The first "cocktail party" ever thrown was allegedly by Mrs. Julius S. Walsh Jr. of St. Louis, Missouri, in May 1917. Mrs. Walsh invited 50 guests to her home at noon on a Sunday. The party lasted an hour, until lunch was served at 1 pm. The site of this first cocktail party still stands. In 1924, the Roman Catholic Archdiocese of St. Louis bought the Walsh mansion at 4510 Lindell Boulevard, and it has served as the local archbishop's residence ever since.

During Prohibition in the United States (1920–1933), when the sale of alcoholic beverages was illegal, cocktails were still consumed illegally in establishments known as speakeasies. The quality of the alcohol available was far lower than was previously used, and bartenders generally put forth less effort in preparing the cocktails. There was a shift from whiskey to gin, which does not require aging and is thus easier to produce illicitly.

Cocktails became less popular in the late 1960s and 1970s, as other recreational drugs became common. In the 1980s cocktails again became popular, with vodka often substituted for gin in drinks such as the martini. Traditional cocktails and gin are starting to make a comeback in the 2000s.

Source: www.wikipedia.com

See also: cake, pasta, marzano

Kamis, 29 Juli 2010

Pasta for Us for Then

Pasta alla carbonara (usually spaghetti, but also fettuccine, rigatoni or bucatini) is an Italian pasta dish based on eggs, pecorino romano, guanciale, and black pepper. The dish was created in the middle of the 20th century.

The recipes vary, though all agree that cheese (pecorino, Parmesan, or a combination), egg yolks (or whole eggs), cured fatty pork, and black pepper are basic. The pork is fried in fat (olive oil or lard); a mixture of eggs, cheese, and butter or olive oil is combined with the hot pasta, cooking the eggs; the pork is then added to the pasta. Guanciale is the most traditional meat, but pancetta is also used. In the US, it is often made with American bacon.

Cream is not common in Italian recipes, but is used in the United States, France, Spain, the United Kingdom, Australia and Russia (especially in Moscow). Other Anglo/Franco variations on carbonara may include peas, broccoli or other vegetables added for colour. Yet another American version includes mushrooms. Many of these preparations have more sauce than the Italian versions.

In all versions of the recipe, the eggs are added to the sauce raw, and cook (coagulate) with the heat of the pasta itself.

Origin and history

Like most recipes, the origins of the dish are obscure, and there are many legends about it. As the name is derived from the Italian word for charcoal, some believe that the dish was first made as a hearty meal for Italian charcoal workers. This theory gave rise to the term "coal miner's spaghetti", which is used to refer to spaghetti alla carbonara in parts of the United States. Others say that it was originally made over charcoal grills, or that it was made with squid ink, giving it the color of carbon. Another rumour about the origin of the name suggests that the way abundant black pepper was added to the dish (before or after serving) especially during winter, made the black pepper flakes among the whiteish sauce look like charcoal, or perhaps the effect one gets when a casserole dish is accidentally "burnt". It has even been suggested that it was created by, or as a tribute to, the Carbonari ("charcoalmen"), a secret society prominent in the unification of Italy.

The dish is not present in Ada Boni's 1927 classic La Cucina Romana, and is unrecorded before the Second World War. It was first recorded after the war as a Roman dish, when many Italians were eating eggs and bacon supplied by troops from the United States, and the name may be from a Rome restaurant called 'Carbonara'. More recently, a restaurant in Rimini has claimed the original recipe was born during WWII.

The recipe was included in Elizabeth David's 1954 cookbook published in Great Britain. The dish became popular among American troops stationed in Italy; upon their return home, they popularized spaghetti alla carbonara in North America.


Source: www.wikipedia.com

See also: steak, marzano