Tampilkan postingan dengan label nelayan restoran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nelayan restoran. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 September 2010

Dubu Tahu Korea

Dubu atau tahu Korea (豆腐, 두부) adalah jenis tahu yang diproduksi di Korea. Dubu yang sejarahnya diperkenalkan dari Cina telah menjadi bagian kuliner masyarakat Korea. Orang Korea memanfaatkan Dubu untuk membuat berbagai jenis masakan.
Referensi awal mengenai dubu dapat ditemukan dalam Catatan Mogeun (Mogeunjip) yang ditulis oleh Yi Saek (bernama pena Mogeun, 1328-1396) pada zaman Dinasti Goryeo (938-1392). Dalam satu puisinya, Yi Saek menuliskan tentang kelezatan dubu yang baru saja dibuat.

Referensi lain menuliskan tentang cara memasak dubu dalam Yangchonjip oleh Gwon Geun serta Heo Gyun (1569-1618), seorang sastrawan Dinasti Joseon yang menuliskan dalam Domundaejak tentang kelembutan rasa dubu yang dijual pedagang di luar Gerbang Changui. Sebuah catatan di Sejongsillok (Catatan Pemerintahan Raja Sejong) menyebutkan bahwa seorang Kaisar Ming memuji bahwa wanita Korea sangat terampil memasak masakan yang mewah dan juga menganggap tahu Korea sangat lezat.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa teknik membuat tahu diperkenalkan dari daratan Cina ke Korea pada zaman Dinasti Goryeo di abad ke-10 dan 12 dan dari Korea kemudian diperkenalkan ke Jepang. Sejak lama orang Korea telah mengembangkan keterampilan memproses kedelai dalam beragam cara. Selain dubu, mereka juga memproduksi bermacam-macam jenis masakan dari kedelai yang difermentasikan seperti ganjang (kecap asin) dan doenjang (pasta kacang kedelai).Karakteristik tahu Korea adalah teksturnya yang tidak terasa keras atau lembut, di antara tahu Cina atau Jepang. Orang Jepang memperkenalkan lebih banyak lagi jenis tahu ke Korea semasa Penjajahan Jepang atas Korea (1910-1945).
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
nasi goreng
Nelayan Restoran
Laguna

Kamis, 26 Agustus 2010

Cake

Cake is a form of food, typically a sweet, baked dessert. Cakes normally contain a combination of flour, sugar, eggs, and butter or oil, with some varieties also requiring liquid (typically milk or water) and leavening agents (such as yeast or baking powder). Flavorful ingredients like fruit purées, nuts or extracts are often added, and numerous substitutions for the primary ingredients are possible. Cakes are often filled with fruit preserves or dessert sauces (like pastry cream), iced with buttercream or other icings, and decorated with marzipan, piped borders or candied fruit.

Cake is often the dessert of choice for meals at ceremonial occasions, particularly weddings, anniversaries, and birthdays. There are countless cake recipes; some are bread-like, some rich and elaborate and many are centuries old. Cake making is no longer a complicated procedure; while at one time considerable labor went into cake making (particularly the whisking of egg foams), baking equipment and directions have been simplified that even the most amateur cook may bake a cake.

Source: Wikipedia

See Also:
Nasi Goreng
Nelayan Restoran
Laguna

Selasa, 24 Agustus 2010

Menikmati Nasi Kapau Saat Berbuka

Jakarta - Di Jalan Kramat Raya, tidak jauh dari perempatan Senen-Kwitang, sekitar gedung bioskop Rivoli, sejak lama dikenal sebagai tujuan utama bagi mereka yang mendambakan nasi kapau di Jakarta. Nasi kapau adalah referensi untuk masakan khas dari Kapau, sebuah desa di pinggiran Bukittinggi, Sumatra Barat. Setiap nagari (desa) di Sumatra Barat selalu memiliki ciri kuliner khas masing-masing, misalnya: itiak lado mudo daro Kotogadang, pangek pisang dari Kinari, randang runtiah dari Payakumbuh, pauh ikan dari Pariaman, dan lain-lain. Demikianlah, Kapau pun memiliki ciri khasnya.

Menurut informasi yang saya kumpulkan, ada beberapa lauk khas Kapau, yaitu: gulai tambusu (usus sapi/kerbau diisi campuran telur, kentang, dan tahu) serta gulai tunjang (lutut dan kikil sapi). Sayur nangka muda khas Kapau pun beda, karena memakai tambahan rebung dan kacang panjang.

Sekalipun buka tiap hari -sejak petang hingga lewat tengah malam - tetapi kawasan ini selalu ekstra ramai pada saat Ramadhan. Puluhan lapak pedagang kudapan dan makanan tertebar di ruas jalan yang tidak terlalu panjang itu. Beberapa meja makan dengan kursi-kursi ditata di atas kaki lima. Siap menyambut para tamu yang akan berbuka puasa di sana.

Setiap penjual mempunyai hidangan andalan masing-masing. Misalnya, satu kedai dianggap paling terkenal untuk gulai tunjang dan gulai tambusu-nya. Kedai yang lain menampilkan urap dan ikan bilis balado sebagai sajian utama. Di tempat lain lagi diantre orang yang ingin makan ayam bakar dan ikan bakarnya. Masing-masing pelanggan sudah tahu apa yang akan mereka cari bila mereka berkunjung ke salah satu lapak.

Percayalah, Anda akan kebingungan memilih makanan apa yang akan disantap untuk berbuka. Semua yang tersaji di sana terlihat sangat menggiurkan. Bawal panggang, ikan kembung panggang, dan ayam panggang yang tergantung-gantung tampak bagai melambai-lambai. Berbagai panci berisi bermacam-macam gulai membuat liur Anda mengembang di rongga mulut. Belum lagi dendeng batokok, sambal goreng udang, rendang, dan belasan jenis masakan yang semuanya ingin dipilih. Petai rebus, petai bakar, bahkan petai mentah yang bergantungan di sana pun berebut minta perhatian.

Sepuluh menit menjelang saat Magrib, para pedagang semakin sibuk mempersiapkan makanan untuk disantap di tempat. Para tamu sudah duduk manis menghadapi segelas minuman panas, berbagai kudapan manis sebagai tajil, dan juga seporsi nasi dan lauk-pauknya.

Suasana berbuka puasa di sudut Jalan Kramat Raya itu memang sungguh meriah. Beberapa meja 'diduduki' oleh sekelompok warga keluarga besar yang merayakan buka puasa dengan penuh keakraban. Bahkan orang yang belum saling mengenal pun menjadi akrab setelah duduk semeja. Berbagai hidangan lezat terus mengalir ke meja-meja panjang yang semakin dipadati pengunjung.

Begitu azan terdengar berkumandang, pengunjung segera membatalkan puasa dengan minum air, diiringi berbagai kudapan yang banyak dijajakan di sana. Kudapan yang paling populer adalah lamang jo tapai dan bubur kampiun. Kudapan khas Minang lainnya adalah lupis ketan, lapek bugih, serabi, jongkong, keripik sanjai (dari singkong berbumbu pedas), dan karak kaliang. Onde mande, lamaknyo!

Jangan lewatkan katupek katan yang khas Kapau, yaitu ketupat ketan berukuran kecil yang dimasak dalam santan berbumbu. Ketupat ketan adalah versi rebus dari lemang. Paling cocok ketupat ketan ini dipakai untuk makan itiak lado mudo yang juga merupakan salah satu sajian populer di "Zona Buka Puasa Kramat Raya" ini. Rata-rata, untuk berbuka puasa di sini, setiap orang menghabiskan antara Rp 25-50 ribu – bergantung jenis dan jumlah lauk yang diambil.

Para pedagang makanan di sudut Jalan Kramat Raya ini akan terus berjualan sampai saat makan sahur. Selain untuk berbuka puasa, tempat ini juga ramai dikunjungi orang untuk makan sahur pada dini hari.
Ramadhan kareem, saudaraku. (Bondan Winarno)

( eka / Odi )

Sumber: Detikfood

Lihat Juga:
Nasi Goreng
Nelayan restoran
Laguna

Rabu, 18 Agustus 2010

Wisata Kuliner di Kota Kupang

Kota ini menyimpan banyak pesona, khususnya penggemar sea food. Wisatawan yang berkunjung ke kota ini biasanya terkesan dengan ikan bakar yang ukurannya besar-besar dan harga relatif murah. Dinikmati dengan sambal khas kupang, tentu wisatawan akan langsung berjanji pada diri sendiri : "suatu saat nanti, beta akan kembali lagi". Juga cumi, udang segar yang mengeluarkan aroma manis ketika dibakar mengundang selera. Disamping itu, wisatawan juga akan disuguhkan salah satu makanan khas kota Kupang "jagung bose". Makanan yang dibuat dari campuran jagung dan sayuran serta biji-bijian (biasanya kacang hijau dan kacang tanah). Ada juga daging se'i yaitu daging sapi atau daging babi yang diasap dan dicampur susu, garam dan rempah-rempah sehingga rasanya ada yang manis dan juga asin. Kota ini juga memiliki pesona wisata karena memiliki pantai pasir putih yang indah dan laut biru yang cantik yang sejak beberapa tahun ini menjadi langganan persinggahan peserta lomba perahu layar internasional. Satu lagi yang unik adalah penjual jagung bakar yang terbentang sepanjang trotoar di jalan ElTari (depan kantor gubernur) menjadi tempat favorite pemuda/i kota kupang.
Lihat Juga:
Nasi goreng
Nelayan Restoran
Laguna