Tampilkan postingan dengan label job info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label job info. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2010

Suka Duka Bekerja di Bidang Banking

Di masyarakat kita, institusi bank selalu diasosiasikan sebagai 'tempat uang" yang memberikan kesan kemakmuran bagi siapa saja yang bekerja di dalamnya. Apalagi jika bank yang dimaksud merupakan bank papan atas yang telah termasyur reputasinya. Tidak masalah berada pada posisi apa, nama besar si bank telah memberikan prestise tersendiri bagi karyawan-karyawannya. Makanya tidak heran jika para orang tua ada yang begitu menginginkan anak mereka bisa bekerja di bank, bahkan sengaja mendorong mereka menggeluti bidang studi yang sesuai demi memuluskan impian. Atau sebaliknya, ada anak yang ingin mengikuti jejak orang tuanya bekerja di bank karena keinginan memiliki kehidupan yang sama dengan mereka.


Minat job seeker untuk bekerja di dunia perbankan dan keuangan tidak pernah surut. Di JobsDB.com Career Expo 2009 yang diselenggarakan tanggal 16-18 Oktober 2009 di Balai Kartini Jakarta lalu, bidang perbankan dan keuangan adalah salah satu posisi favorit yang 'diincar' para pencari kerja. Hal ini juga dapat dilihat langsung dari jumlah antrian yang mengular di stand milik bank swasta, perusahaan pembiayaan, sampai asuransi. Yang melamar pun berasal dari kelompok usia, latar belakang pendidikan, dan keahlian yang beragam. Ada yang memang telah berpengalaman di bidang tersebut, ada pula yang fresh graduate atau non-pengalaman sama sekali.


Sayangnya, minat untuk bekerja dibidang ini diimbangi dengan pengetahuan yang cukup mengenai kualifikasi dan posisi yang sesuai dengan mereka. Masih banyak pencari kerja masih bertanya-tanya posisi apa yang sekiranya cocok dengan background education mereka. Hal yang sebenarnya wajar mereka rasakan karena ada beberapa posisi di bank yang tidak mensyaratkan jurusan tertentu sehingga siapapun boleh melamar. Contohnya posisi management trainee (MT), sebuah pelatihan bagi calon-calon karyawan baru mengenai seluk beluk dunia perbankan. Program ini juga merupakan shortcut atau jalan tol bagi karir, sebab begitu menuntaskan masa pendidikan, karyawan akan langsung memiliki posisi, status permanen, dan gaji yang besar. Ketika masih menjalani MT, seorang calon karyawan akan menerima 2,5-3 juta/bulannya dan setelah lulus menerima 6-7,5 juta rupiah/bulan.


Namun, MT ini bukan tanpa pengorbanan, sebab ada beberapa persyaratan yang harus disanggupi seperti tidak boleh menikah selama pendidikan dan adanya penalty jika mengundurkan diri di tengah-tengah pendidikan. Lama waktu MT ini pun beragam, mulai dari 6-2 tahun. Seperti layaknya kelas unggulan di sekolah menengah, program ini menerapkan seleksi yang ketat dan assessment yang berkelanjutan hingga akan selalu ada peserta yang gugur jika tidak bisa survive.


Tantangan bekerja di bank tidak berhenti disitu saja, untuk beberapa posisi tertentu desk job-nya seringkali membuat karyawan harus tinggal di kantor lebih lama untuk lembur atau bekerja di akhir minggu. Tekanan pekerjaan seringkali membuat karyawan lelah baik secara fisik maupun mental. Sebuah bank daerah ternama pernah mengadakan general chek-up besar-besaran karena ada beberapa karyawannya yang kena stroke, jantung, bahkan meninggal dunia dalam kurun waktu yang berdekatan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kemampuan untuk mengelola stress agar tidak mempengaruhi kesehatan.


Tapi itu semua tidak membuat profesi di bidang perbankan menjadi sepi peminat. Siapa yang tidak tergiur oleh nominal gaji dan benefit yang diberikan? Karyawan bank seringkali memiliki privilege untuk mendapatkan pinjaman besar dengan bunga kecil, asuransi jiwa/kesehatan, komisi yang besar, gaji yang lumayan, atau setidaknya gengsi?


Tapi suka duka bekerja di bank tidaklah sama, tergantung dari posisi atau jabatan yang diemban. Berikut ini adalah sekilas mengenai beberapa profesi di bank berserta bidang yang dilingkupinya:

  • Services, meliputi posisi: call centre, teller, and costumer service. Ruang lingkup pekerjaan meliputi: melayani nasabah, menerima setoran/penarikan, menangani pembukaan rekening, atau pengecekan saldo.

  • Marketing, meliputi bagian Funding dan Lending. Mereka inilah yang disebut Banker, orang-orang yang menjadi pemain utama dalam bisnis sebuah bank dan menjadi penyuplai dana bagi bank tersebut. Tugasnya adalah menangani nasabah, mencari dana masuk, menawarkan kredit atau produk bank, dan lain-lain.

  • Operations, meliputi processing, settlement, dan kliring.

  • Support, meliputi bagian administrasi, legal, dan credit analyst.

  • Non-operational, meliputi HRD, IT, compliance, risk management, products. Ruang lingkup pekerjaan mereka tidak berhubungan langsung dengan kegiatan banking itu sendiri.

Jobs info, Job Search


Source : http://id.jobsdb.com/indonesia

Selasa, 01 Juni 2010

Ciptakan Kesan Pertama yang Menggoda

Yang ingin disampaikan untuk Anda berikut ini adalah sebuah teknik favorit dalam menciptakan kesan pertama yang baik. Sebuah teknik sederhana, namun inilah kunci kesuksesan saya menjadi inspirator hubungan harmonis. Tentu saja teknik ini juga ampuh jika diaplikasikan saat job interview .

Pada saat pertama kali saya belajar menjadi seorang penyiar radio profesional, satu pelajaran penting yang diinstruksikan oleh instruktur siaran saat itu adalah TERSENYUMLAH saat bicara.

Menurutnya senyum bisa terdengar. Pendengar akan dengan mudah bisa membedakan mana penyiar yang ramah dan mana penyiar yang tidak ramah atau judes. Seperti kita ketahui, bahwa umumnya orang akan lebih suka pada orang yang ramah dibanding dengan penyiar yang judes. Jika dalam siaran radio saja pendengar bisa membedakan penyiar mana yang ramah atau tidak, apalagi kalau berhadapan langsung bukan?

Pendapat itu semakin dikuatkan lagi setelah saya mendalami Neuro Associative Conditioning System, sebuah teknik penggalian, pengembangan, dan penataan potensi diri. Senyum yang nampaknya sebuah pekerjaan mudah ini ternyata berdampak besar dalam "menaklukan" hati seseorang.

Senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa:

1. Menimbulkan rasa percaya diri
2. Kebahagiaan
3. Gairah dan semangat
4. Penerimaan yang tulus

Orang yang tersenyum dianggap sebagai orang yang percaya diri karena ketika kita sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita, kita cenderung untuk tidak tersenyum. Tersenyum akan menimbulkan kebahagiaan sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia: Karena kita melihat mereka dengan cara yang positif.

Semangat sangat penting untuk menciptakan kesan yang baik karena semangat itu akan menular kepada orang lain. Dengan tersenyum Anda menunjukan bahwa Anda menyenangi lingkungan Anda berada dan senang bertemu dengan orang yang Anda temui sehingga pada gilirannya dia akan semakin tertarik untuk bertemu Anda.

Pada akhirnya, tersenyum menunjukkan penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa Anda mau menerima dia dengan tulus. Pernahkah Anda merasa heran, kenapa anjing begitu dicintai? Karena binatang tersebut menyambut kita dengan penerimaan yang tulus. Apabila Anda memiliki ekor, maka kibaskanlah. Namun karena Anda tidak memiliki ekor, maka tersenyumlah.

Kalau pun Anda tak mampu tersenyum semanis Monalisa, mulai saat ini tersenyumlah pada setiap orang yang Anda jumpai. Lalu perhatikan betapa ajaibnya tindakan Anda itu. Pada awalnya membiasakan diri tersenyum itu terasa sulit seperti berenang di agar-agar jeli, namun dengan latihan terus-menerus dijamin Anda akan menjadi pribadi yang menawan dan jangan heran kalau hari-hari Anda akan disibukan oleh penggemar yang ingin foto bareng dan minta tanda tangan.


Jobs info, job search

Jadikan Interviewer Menyukai Anda dalam Hitungan Menit

Dalam proses interview, penggunaan teknik Match & Mirror mempunyai dampak yang besar bagi keberhasilan seseorang agar bisa disukai kebanyakan orang. Hanya dalam hitungan menit, teknik ini akan membuat orang menyukai Anda, walaupun pada awalnya orang itu apriori terhadap Anda.

Dalam bukunya Get Anyone To Do Anything, David J. Lieberman Ph.D. menyatakan bahwa komunikasi menciptakan saling percaya, dan memungkinkan Anda untuk membangun jembatan psikologis terhadap seseorang.

Percakapan menjadi lebih positif dan nyaman ketika dua orang berusaha untuk saling menyesuaikan. Sebagaimana kita cenderung untuk menyukai seseorang yang memiliki minat yang sama, secara tidak sadar kita juga cenderung untuk menyukai orang yang "berpenampilan seperti kita".

Ini artinya, ketika seseorang melakukan gerakan seperti kita, atau menggunakan perkataan atau ungkapan seperti yang kita gunakan, kita cenderung untuk menganggap orang tersebut adalah orang yang menyenangkan.

Berdasarkan kondisi inilah Anda bisa dengan sengaja meniru gerakan tertentu yang dilakukan oleh lawan bicara Anda agar yang bersangkutan langsung menyukai Anda. Teknik ini disebut Match & Mirror atau persamaan dan pencerminan.

Match berarti mengikuti gerakan sesuai dengan yang dilakukan oleh lawan bicara Anda. Contohnya, ketika lawan bicara memegang pulpen dengan tangan kiri, Anda pun memegang pulpen dengan tangan kiri.

Sedangkan Mirror berarti Anda mengikuti gerakan tangan berlawanan dengan lawan bicara Anda (sifat cermin). Contohnya, saat lawan bicara Anda memegang pulpen dengan tangan kiri, Anda memegang pulpen dengan tangan kanan.

Lakukanlah Match & Mirror saat Anda menjalani job interview. Ikuti setiap gerakan yang dilakukan oleh si interviewer dengan diam-diam atau tidak diketahui olehnya. Beri jeda beberapa detik dalam mengikuti gerakannya.
- Kata-kata 7%
- Nada suara 38%
- Bahasa tubuh 55%

Berikut adalah faktor yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan teknik Match & Mirror:

Kata-kata hanya berpengaruh 7% dalam komunikasi, sesuaikan ungkapan-ungkapan digunakan interviewer Anda. Contohnya anda, kamu, kami, kita, saya, aku.

Kualitas/nada suara berpengaruh 38% dalam komunikasi. Mutu suara Anda lebih berpengaruh dari pada kata-kata yang Anda pergunakan. Pergunakan dialek yang sama, nada cepat, nada tinggi, nada pelan, nada sedih, nada gembira.

Fisiologi atau bahasa tubuh mempunyai pengaruh paling banyak dalam berkomunikasi. Ikuti gerakan tubuhnya seperti:
- Kepala: menganggukkan kepala, mimik muka.
- Tangan: gerakan tangan, kiri dengan kiri, kiri dengan kanan.
- Cara duduk/berdiri: posisi malas, tegap, yakin, percaya diri.
- Suasana: gembira, ceria, sedih, simpati.
- Kaki: lurus, dilipat, bersila, berpangku kaki, dll.

Pada prinsipnya, yang Anda harus lakukan adalah mengikuti gerakan lawan bicara Anda dengan hati-hati. Ikuti gerakan lawan bicara Anda dengan niat baik dan lakukan dengan hati-hati agar ia tidak tahu bahwa Anda sedang mengikuti gerakan Anda, karena Match & Mirror ini sesungguhnya adalah sebuah instruksi-instruksi pada kekuatan alam bawah sadarnya, bukan pada atas sadarnya.

Semoga job interview Anda sukses dan saya berharap kiranya Anda berkesempatan untuk mengikuti training "Rahasia Sukses Interview" yang akan saya bawakan bersama JobsDB.com.


Jobs Info,