Kamis, 28 Oktober 2010

Survival Guide - Managing Stress

Banking, accounting, Employment

Bookmark                                 and   Share


Organize its work to combat stress


In small doses, stress pushes us to excel. Work overload can cause stress, however, harmful to health. Here are some tips to make your life easier.

1. Do the most difficult tasks first. If you put off until later, a difficult task or unpleasant it will bother you, even if it is just a phone call. By cons, once the task, your mind will be released.

2. Bring order to your tasks and folders. "When we're busy, we forget. Therefore write all your task in a diary, clearly indicating the priorities of the day, "says Charbonneau. It is also important to classify documents. "Some people lose only five hours a week looking for records." To avoid this situation, make a big household every two weeks, or a smaller every day.

3. Do not be too perfectionist. As your boss impose tight deadlines, it is rarely possible to refine your work until absolute perfection. We need to know to allocate a realistic time for each task.

4. Respect your limits. If the boss assigns you a task while you're already overwhelmed, show him your schedule. Let him decide whether this new request is more urgent than your other responsibilities.

5. Give yourself small pleasures. When your concentration decreases after an hour of work, you often take short breaks. You can just look outside, to breathe fresh air or eat a piece of chocolate! Also apply this principle to your holiday. "Instead of taking a month each summer, divide your weeks of vacation during the year," says Charbonneau. So you'll have a short-term goal, which helps to manage stress and maintain their enthusiasm for work.

How to expand your network

Banking, accounting, Employment

Bookmark                                and   Share


Today knowledge intelligently expand his circle of relations is no longer the monopoly of seasoned networkers but also the fact that everyone, through situations of everyday life.

Opportunities not to miss method to approach your target contacts, not to make mistakes ... Here are tips to enrich their address book. A significant weapon at a time when you may need to meet the challenges of a job search or starting a business.
Expand its network

Today knowledge intelligently expand his circle of relations is no longer the monopoly of seasoned networkers but also the fact that everyone, through situations of everyday life.

Opportunities not to miss method to approach your target contacts, not to make mistakes ... Here are tips to enrich their address book. A significant weapon at a time when you may need to meet the challenges of a job search or starting a business.


Be ready at all times

It must be borne in mind that any situation can be an opportunity to enlarge its network. Travel, meals, parties and a fortiori, conferences are so many opportunities available to you. To not let your opportunity gone with the wind, always think that you must have business cards. When we meet someone, and we don't have business card is actually harmful. In 90% of cases, when you do not have your own business card, then you meet people you said you will send it, but the fact you do not send your card. It's huge mistakes. Prepare your self to have your own business card.


Decompartmentalise personal and professional relationships

People tend to separate their personal from their professional relationships and it is a mistake. Do not hesitate to open up the personal and professional relationships. Share your interests with your professional relationships. by collaborating your personal and professional life, you can open doors unsuspected, the personal circle can become a relay exceptional.


Establish your image as an expert

One way to integrate your self related to your workplace is to establish your image as an expert in the field where you have jurisdiction. The way can be done by participating in discussion circles, intervening in seminars or conferences, exchanging on expert forums .

If such an activity can quickly become time consuming, both in terms of travel or time spent on the blogosphere, it is nevertheless an excellent showcase and therefore an ideal way to meet new people, increase their network quality.

perjalanan di Banjarmasin

Saat Ke Banjarmasin pasti sudah tak asing lagi mendengar nama cendrawasih restaurant yang terletak di Jalan pangeran Samudra No 65/24 tepat di hook sebuah perempatan yang sudah terkenal menyajikan kuliner Khas Banjar masin.
Saat Pertama disana yang pertama kali saya cari ialah Soto banjar. soto yang berbahan dasar ketupat, suwiran ayam, telur, dan kuah rempah-rempah ini sangat mudah ditemukan dan rasanya wahhhhh.....
lalu dilanjutkan dengan Ikan patin bakar yang juga dengan mudah ditemui di Banjarmasin ini.
dan akhirnya menu istimewa tiba telur penyu waaaaaawwwww ini yang saya cari-cari dari tadi dan yang menarik disini ialah bagaimana cara menyantap telur penyu ini. telur penyu itu berbeda dengan telur-telur kebanyakan cara menyantapnya dirobek dulu kulitnya lalu di sruupuutttt isi telurnya karena selama apapun telur penyu direbus tak bisa keras seperti telur-telur lainnya dan yang saya dengar banyak sekali khasiat dari telur penyu selain menambah stamina bagi pria telur ini bisa menambah nafsu makan terbukti setelah saya menyantap telur ini saya malah semakin ingin makan dan makan lagi :d dan akhirnya saya memesan bebek panggang ala banjarmasin yang mencampur langsung kecap dan saus pada bebek. dan padahal masih ingin menghabiskan semua santapan yang ada di restoran itu tapi teringat saya disini akan singgah dalam waktu lama dan tak mungkin uang saku saya habiskan disini saja :D
Lihat Juga : Cafe

Rabu, 27 Oktober 2010

Cara Menyantap Takoyaki

Takoyaki (たこ焼き?) nama makanan asal daerah Kansai di Jepang, berbentuk bola-bola kecil dengan diameter 3-5 cm yang dibuat dari adonan tepung terigu diisi potongan gurita di dalamnya.
Takoyaki biasanya dijual sebagai japanese food jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. Takoyaki biasa dijual dalam bentuk set dengan 1 set berisi 5, 6, 8 hingga 10 buah takoyaki yang disajikan di atas lembaran plastik berbentuk perahu atau dimasukkan ke dalam kemasan plastik transparan untuk dibawa pulang. Sewaktu ada matsuri sering dijumpai kios penjual takoyaki sebesar bola tenis (jambotako) yang menjual takoyaki secara satuan.

Takoyaki dimakan dengan menggunakan tusuk gigi, tapi di Tokyo dimakan dengan menggunakan sumpit sekali pakai. Penjual takoyaki selalu memberikan 2 batang tusuk gigi untuk satu orang, karena takoyaki yang ditusuk dengan sebatang tusuk gigi bisa berputar-putar sewaktu diangkat dan jatuh sebelum masuk ke mulut.

Pada mulanya, takoyaki dijual dengan menggunakan tusukan bambu dengan isi 3 buah per tusuk. Di sekitar tahun 2000 masih bisa dijumpai sebuah kios yang menjual takoyaki dengan tusukan bambu di Prefektur Aichi, tapi sekarang sudah tutup dengan alasan usia lanjut penjualnya.

Harga takoyaki bisa berbeda-beda bergantung wilayah dan kios yang menjual. Satu set berisi 5-8 buah takoyaki biasa dihargai antara 200 yen hingga 400 yen. Di daerah Kansai, harga bisa menjadi lebih murah akibat persaingan ketat di antara penjual.

Di kota Osaka, kios penjual takoyaki bisa dengan mudah dijumpai di mana-mana. Penjual dengan kios yang agak luas kadangkala menyediakan ruangan khusus untuk makan takoyaki, tapi takoyaki sering dinikmati secara santai sambil berdiri, berjongkok atau dimakan sambil berjalan. Pembeli bisa menonton penjual yang sedang membolak-balik takoyaki agar bulat seperti bola sambil menunggu pesanannya jadi. Takoyaki sebaiknya dinikmati di tempat dalam keadaan panas-panas, walaupun pembeli sering meminta dibungkus untuk dibawa pulang.

Takoyaki merupakan jajanan populer yang dijual kios pasar kaget (yatai) sewaktu hatsumode (kunjungan pertama ke kuil di awal tahun baru) dan berbagai matsuri. Toko makanan ringan tradisional (dagashiya) yang merupakan tempat jajan anak sekolah sering menjual takoyaki dengan harga yang lebih murah.

Kios takoyaki bisa dijumpai di toko swalayan di kota-kota besar di Jepang. Di toko swalayan bisa dijumpai takoyaki sebagai makanan beku yang tinggal dipanaskan dengan oven microwave.

Setiap rumah di Osaka biasanya dimiliki wajan (loyang) untuk membuat sendiri takoyaki di rumah. Sebagai makanan kebanggaan yang sering dijadikan lauk untuk makan nasi putih, penduduk Osaka biasanya baik perempuan maupun laki-laki tahu cara membuat dan bisa memanggang takoyaki. Bahan-bahan untuk membuat takoyaki tersedia secara lengkap di toko. Wajan takoyaki merupakan salah satu perabot rumah tangga yang harus dihadiahkan orangtua kepada anak perempuan yang menjadi pengantin.

Bahan rahasia (seperti baking powder) atau asinan jahe berwarna merah (benishōga) sering pula dicampurkan ke dalam adonan. Penjual yang senang berkreasi kadangkala menambahkan keju atau konnyaku ke dalam takoyaki.

Saus yang dipakai biasanya adalah saus okonomiyaki walaupun ada juga saus khusus untuk takoyaki yang rasanya tidak jauh berbeda dengan saus okonomiyaki.

Takoyaki dengan isi yang disukai penduduk setempat (kadang-kadang tanpa gurita) berusaha diperkenalkan di negara-negara yang penduduknya merasa ngeri memakan gurita.
sumber: wikipedia
Lihat Juga: chinese food

Nasi Goreng Istimewa

Kalian semua menghadapi kendala dalam sarapan pagi, atau sarapan siang mungkin (apalagi kalo menyiapkannya butuh waktu lama).

Saya coba sharing sedikit kiat kiat / tips untuk membuat nasi goreng yang sederhana dan cukup sedap untuk disantap. Sebenarnya sih sedap atau enak itu relatif, karena selera orang berbeda-beda. Tidak ada salahnya membuat kuliner untuk sarapan yang tidak butuh waktu lama, namun cukup sederhana.

Kiat Kiat membuat nasi goreng sebagai sarapan pagi :

* Kiat 1 : persiapkan nasi putih yang sudah matang, jika punya rice cooker, keluarkan nasi dari rice cooker. Nasi goreng akan terasa lebih nikmat jika nasi yang dibuat adalah nasi yang dingin. Nasi panas akan membuat nasi goreng menjadi lembek dan basah

* Kiat 2 : jika kita ingin menu khusus untuk nasi goreng kita, mungkin malam sebelumnya perlu belanja sedikit, seperti bumbu nasi goreng siap masak, atau daging olahan yang menjadi kesukaan kita (sosis, baso, udang, seafood, dll).

* Kiat 3 : optimalkan bahan makanan yang ada di dapur kita sendiri jika tidak ingin repot dan masih tetap sedarhana. Biasanya di dalam kulkas akan tersedia telur, nugget, bumbu bumbu masak sederhana (bawang putih, saos, kecap, dll.) Sangatlah merepotkan jika sarapan pagi dibuat rumit, selain waktu pembuatannya sedikit, waktu santapnya pun sempit.

* Kiat 4 : Tambahksn sedikit protein sebagai sumber tenaga kita untuk keperluan sehari penuh. protein bisa didapat dari telur, sosis, daging olahan apapun yang ada di kulkas kita.

* Kiat 5 : Jika kita menginginkan rasa dan warna tertentu, bisa disiapkan sesuai dengan bahan masakan yang ada. rasa manis bisa didatangkan dari kecap. Rasa gurih bisa didapatkan dari bawang putih, mentega, dan daging2. Rasa pedas dari sambal doong. Buatlah sesuai dengan selera. Sedangkan untuk penambahan warna, bisanya untuk nasi goreng, dikenal dengan warna coklat (kecap), merah (sambal), dan putih (mentega).

* Kiat 6 : nasi goreng akan terasa lebih sedap lagi kalo kita masak sendiri, kalo dibikinin orang, kadang suka protes, tapi kalo bikin sendiri, walopun rada2 ga enak, tapi puas deh dengan hsil buatan kita.

* Kiat 6 : Cara masaknya, bahan2 bumbu, mentega, daging2an sebaiknya ditumis duluan, sampai wangi. Setelah itu, setelah daging kira2 masak, masukkan nasi putih yang dingin. aduk sampai merata sekitar 10 menitan, sambil ditambahkan perasa dan pewarna yang sudah dipesiapkan (kecap, mentega, sambal, dll.). Sajikan di piring sesuai kebutuhan (kalau bisa, jangan tersisa, karena nanti nasi goreng jadi keras banget dan kurang enak disantap.

* Kiat 6 : Jika ditambahkan keju juga bisa membuat nasi goreng kita lebih gurih lagi. cocoknya sih kaju slice. bisa dipotong kecil ukuran 1cmx1cm atau bisa juga dilembarin diatas nasi gorengnya. Kalo puny kerupuk bisa lebih kriuk kriuk tuh. Kalo punya timun atau tomat, bisa ditambahkan di pinggir nasi goreng kita.
sumber: Ibu Kreatif

Lihat Juga:
Solaria
Red Mango
J.co

Selasa, 26 Oktober 2010

Ten Tips to Reduce Stress

Bookmark                           and   Share



As people are working harder but taking less time off than ever before, the level of their stress continues to increase in proportion. Also, the days are gone when people worked for the same company for 30 years with the guarantee of receiving a solid gold watch at their retirement party.

Job changes are more frequent now, and that's an additional source of stress.

How do you know if you're overstressed? Ask yourself the following stress management questions.

Do you:

  • Rush in a panic to work every morning?
  • Eat lunch at your desk to get as much work done as possible?
  • Feel too exhausted at the end of the day to enjoy activities at night?
  • Ruminate as you try to fall asleep about what needs to be done the next day?
  • Dream (or have nightmares) about work related issues?
  • Put off vacations or other family activities because you're too busy with work?

If you answered yes to at least two of these stress management questions, stress is probably affecting your life more than you realize. You may benefit a great deal by utilizing some basic stress management tools.

It's not uncommon for overstressed people to either ignore or fail to recognize the signs that they're over-committed to their work. However, the physical and emotional consequences of working as hard and as fast as you can every day are serious, and include increased risk of a heart attack, decreased resistance to infections, anxiety and more.

Let’s focus now on some good news about effective stress management techniques?

Fortunately, the process of redesigning an overstressed life can be relatively straightforward, and includes a full assessment of stress-related activities in ones daily and weekly routine.

Stress management actions require an awareness that there is a problem to begin with and a personal commitment to identify and change the stress-related behavior.

Here are Ten Stress Management Tips you can use to reduce your workplace stress:

  1. Prioritize! Don't try to get everything done at the same time. Attack the most important items first.
  2. When you get interrupted by someone at work, put them on your schedule and tell them you'll get back to them at an agreed-upon time. Maintain ownership of your own time.
  3. Don't eat lunch at your desk, and don't bring work with you to lunch. Schedule some down time.
  4. Use deep-breathing exercises or relaxation techniques to de-stress during the day. Go for a 20 minute walk every day.
  5. Reduce the noise in your environment by shutting your office door if you have one. Take control of your environment.
  6. Don't keep things bottled up. Let co-workers know if something they're doing is causing you stress. Address things calmly and professionally.
  7. Eat right, sleep right and exercise regularly (with your doctor's permission).
  8. Try leaving the radio off in your car on the way home. Many people find that the quiet helps them unwind and is a basic stress management practice.
  9. When at home, don't dwell on work-related problems. Write them down, put them out of your mind and add them to your schedule the next day. Understand that there is a time and a place for everything.
  10. Use peers and associates as a sounding board for discussing work-related issues and minimize bringing issues into the family home.

Even if you're not feeling particularly stressed right now by your work life, these stress management ideas can help you continue to enjoy your work life to its fullest and protect you against future stresses.

Five Tips for starting an e-business

Jobs Vacancy, Job Vacancies, Employment Jobs

Bookmark                           and   Share

Thinking of launching your existing business on the World Wide Web? Or, perhaps, finally pulling the trigger on your great idea for a web-based business? Either way, you better get busy because there just so happens to be an e-commerce revolution taking place while you're thinking about it.

But before you take the plunge into the new world of e-business, you'll need to do quite a bit of homework in order to ensure it's right for you and your company. Following are five things you'll want to consider before hanging your shingle out on the information superhighway.

1. Identify your customers/market. Knowledge of your e-business customers and assessment of their future needs will be your first priority and should correspond to your company's abilities, goals and marketing objectives. Ask yourself who are your potential customers? Where are the best places to reach potential customers? Determine what your customers want and need from your company and your products. Are they comfortable using computers and accessing the Internet? Does your product cater to any particular niche?

2. Evaluate your e-business readiness. Analyze your infrastructure and create a sound business plan. Get in touch with the local Chamber of Commerce and Small Business Development Center for assistance and information on tax laws, industry, business planning and patents. Determine how your company will handle the Internet-generated revenue. Do your homework regarding the international tax laws for each country that you will be active within commerce. Ask yourself, what method is most effective in getting the product to the customer? How will you insure payment?

3. Solidify your marketing messages. What message do you wish to portray to potential customers? What do you want your customers to feel when they hear your company name, see your web site and view your products? Brainstorm. Get some imaginative people involved, and then create your image. Create a marketing plan to promote your site and your products. Stay consistent with that message throughout every medium, whether it is traditional print, radio, web site banners, search engines or newsgroups.

4. Analyze your financial investments and return. Do your best to determine all costs ahead of time. The era of the single page web site has long since passed. Today even the most basic e-commerce web sites integrate a variety of scripts, databases and several tools that make processing transactions easy and secure. But add to this the cost of design, hosting and the purchase of additional software. Consider shipping costs if your product can't be sent through the Internet. Calculate your costs and investments to help determine your rate of return. A well-run e-business is worth the effort. Several costs are minimized or eliminated, such as printing, mailing and handling costs for paper catalogs. An e-commerce site will compliment your distribution channels by bringing in customers from previously untapped regions without the overhead expense of running a mail order business.

5. Determine the level of your e-commerce solution. Depending on the nature of your business, you can set up your storefront in a number of ways. The more involved your online store, the bigger the investment. But, the benefits that arise with a bigger online store are bigger as well.

Here are 3 examples:

The Content Only Approach: Think of this as an electronic brochure that publishes information about your company and products. It is easy to set up and maintain but lacks interaction, hence customers have to order offline.

The Dynamic Catalog Approach: Your online business is set up to operate 24x7 and fill orders over the web. With this approach you will have to incorporate a scalable e-commerce solution. This will allow you to further integrate it with your business model in the future, without placing extra burden on your operations.

The Total Integration Approach: Plan well in advance in terms of time and money. This solution will fully integrate your web site with all aspects of your business-payment systems, order fulfillment, inventory control and all of your traditional business functions. The end result is a web presence that truly is a cohesive extension of your company.

Regardless of the approach, it is important to select the plan that meets the needs of your e-business in the near term. As your business grows, any good service provider will grow along with you, offering an easy migration path to enhanced services and support.

After you have done your homework and selected the best e-commerce plan for your company, you?ll be on your way to joining the thousands of other e-businesses competing in the new world of business.

Verio (nasdaq: VRIO - news - people), based in Englewood, Colo., provides web-hosting and other Internet services.

Berani membuat Nasi Goreng Sendiri

Nasi goreng adalah salah satu favorit menu saya dan suami untuk sarapan karena mudah dan cepat. Nasi putih yang masih tersisa dari menu makan malam pun tidak terbuang percuma. Biasanya saya masak nasi goreng dengan bumbu yang minimalis, hanya bawang putih cincang, bawang bombay cincang, garam, merica, dan kecap. Saking minimalisnya suami berpendapat bahwa nasi goreng saya cuma bentuknya saja yang mirip nasi goreng, sedangkan rasanya jauh berbeda dengan nasi goreng yang pernah dia makan sebelumnya. Beberapa hari lalu saya berniat masak nasi goreng dengan bumbu yang cukup lengkap. Hasilnya? Lumayan mirip dengan nasi goreng restoran. Ini dia resep nasi goreng teri ala sauskecap.com.

Bahan :

* 1 piring penuh nasi putih
* 50 gram teri, goreng kering
* 3 butir bawang merah
* 2 siung bawang putih
* 1 butir kemiri
* 3 buah cabe merah
* 4 sendok kecap manis
* garam dan merica bubuk secukupnya

Cara membuat :

* haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan cabe merah, sisihkan
* panaskan sedikit minyak goreng dalam wajan, masukkan bumbu halus, tumis hingga harum
* masukkan nasi putih, aduk rata, tambahkan kecap manis, garam, dan merica
* aduk hingga tercampur rata, masukkan teri goreng, aduk-aduk sebentar
* angkat dan sajikan bersama telur ceplok
sumber: sauskecap
Lihat Juga:
solaria
red mango
J.co

Senin, 25 Oktober 2010

Kisah Idealisme Bermusik Anak Muda Aceh

Tak perlu binggung kemana menghabiskan malam akhir pekan. Mampir saja ke cafe Pante Pirak Bakery and restaurant, kawasan pertokoan simpang lima Banda Aceh.

Di sana sekelompok anak muda siap menghibur anda dengan pertunjukkan musik live. Messa Band, nama grup musik para mahasiswa itu. Menurut Muhammad Reza, sang manager, Messa terbentuk dari keinginan bermain musik profesional.

“Awalnya kita tidak kenal satu sama lain, tapi kemudian kita merasa cocok dan kemudian bersepakat untuk bergaung dalam sebuah wadah,” kata Reza.

Para personil Messa yakni Reza vokalis, Zulirfan Malao memainkan keyboard, Zulkifli dan Yuril memetik gitar, Ansarullah pemain bass dan Adil penabuh drum.

Lucunya, nama Messa dari rasa senasib para personil. Semuanya, anak rantau. “Kami mahasiswa dan tinggal di mess, jadi memilih nama Messa,” jelas Reza sambil tersenyum sumringah.

Sejak terbentuk pada Juli tahun 2008 lalu, Band Messa sudah memulai menunjukkan debutnya. Selain pertunjukkan live, juga sudah merilis single-single bertajuk cinta dengan aliran musik pop rock.

Zulirfan Malao, salah seorang personil, menyebutkan beberapa single yang sudah dirilis diantaranya, lagu berjudul Rasa Hati, Menanti, dan Kasih. Selain itu, Messa juga rajin berkompetisi.

Sebagai mahasiswa, tentu saja bukan ’cinta-cintaan’ saja yang diurus. Messa menunjukkan idealisme-nya lewat musik. Tahun lalu, mereka menjadi juara dua lomba jingle anti korupsi yang diselenggarakan oleh KPK di Aceh.

Mempertahankan keberadaan band menjadi hal utama dalam setiap perjalanan Messa. “Kita selalu mengutamakan diskusi dan demokrasi untuk setiap upaya penyelesaian masalah di band,” jelas Reza.

Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan oleh Messa, diantaranya menjadi band papan atas di blantika musik indonesia. “Itu mimpi kami, dan kami berharap itu bisa terwujud, meski jalannya masih panjang,” ungkap Reza.

sumber : acehkita.com

Lihat Juga:
Restoran

Minggu, 24 Oktober 2010

Menikmati suasana di Solaria Atsmosphere

Siapa sih yang belum mengenal Solaria? Sangking majunya dan terkenalnya Solaria, mereka membuka 4 cabang di Plaza Semanggi.

YUP!! Empat!! Yang pertama buka di Lt. GF (depan Gramedia), kemudian di Lt. 1, Lt. 9 dan Lt. 10.

Tetapi, yang membuat Solaria Lt. 10 ini lebih menarik adalah view, kapasitas dan suasananya. Kita bisa makan sambil melihat-lihat pemandangan segitiga emas Jakarta.

Memang, Solaria Atmosphere ini banyak dikunjungi sewaktu malam. Mungkin karena banyak orang yang menyukai pemandangan waktu malam, yakni melihat city lights dari Jakarta. Tetapi jangan salah, Kita juga menikmati view yang indah pada siang hari.

Walau terletak di lt. 10 Plaza Semanggi dan berada di luar ruangan, anda tidak akan merasakan gerah atau kepanasan. Karena, angin yang berhembus cukup menyejukkan. Ditemani dengan alunan lagu-lagu yang sedang hits, membuat suasana makan siang anda menjadi lebih nikmat.

Siang hari ini aku memesan salah satu menu makanan kegemaranku di Solaria, yakni Nasi Goreng Kepiting. Kemudian minuman yang kupilih untuk menemani makan siangku adalah caramel frapucinno. Berikut reviewnya:

bowl NASI GORENG KEPITING IDR 19.091
Sebenarnya nasi gorengnya adalah nasi goreng biasa di Solaria, hanya saja penyajiannya yang membuatnya menjadi luar biasa. Nasi goreng tersebut diberi "toping" kepiting yang buanyaaaaaaakkkkk.... makanya ini menjadi menu kegemaranku di Solaria.

bowl CARAMEL FRAPUCINNO IDR 15.455
Untuk minuman kali ini aku mencoba caramel frapucinno ini. gak ngerti sih terbuat dari apa, tapi bagi yang pecinta minuman "ice blended", dan rasa manis, minuman ini patut di coba. (walau menurut aku sih terlalu manis.. berhubung aku sudah manis... gubrak!!)

sekian ulasanku mengenai Solaria Atmosphere di Sky Dinning Plaza Semanggi... Kembali ke Open Rice.
Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga:
Red mango
J.co

Makan enak dan Kenyang di Cibadak

Banyak banget bertebaran pedagang berbagai jenis makanan di kawasan jalan cibadak bandung dan malam ini kita mampir di tempat makan yang namanya “Kobe”. Dari namanya kita udah bisa menerka kalau tempat ini menyajikan masakan ala jepang, tapi ga cuma Japanese food aja kok; Chinese food-nya juga ada.

Tempat ini salah satu tempat pilihan kita kalau lagi pengen makan enak dan kenyang. Dan menu yang kita pesan selalu itu itu saja, bukan karena yang lainya ga enak tapi memang menu itu udah menu pilihan kalau kita makan di Kobe jl cibadak ini. Menu yang dipesan di sini adalah Juan Lo yang diletakkan di atas steam boat, kangkung cah sapi dan udang tempura bayam.

Nikmat banget rasanya sewaktu menikmati Juan Lo yang panas panas, apalagi kalau paginya pegel pegel sehabis olahraga dan malam sebelum makan malam pijit dulu di bersih sehat. Wah top deh, makanan yang udah enakpun semakin enak dan nikmat sewaktu disantap

Setelah asik menikmati Juan Lo, kita bisa sambung dengan menikmati kangkung cah sapi yang bumbunya berasa banget; dan juga kriuk kriuk udang tempura plus daun bayam, irisan wortel dan terung yang digoreng menggunakan tepung bumbu.

Setiap datang ke sini kita selalu ambil posisi untuk duduk di luar alias di pinggiran trotoar bukan di bagian dalam kobe, biar tambah asik liatin cewe cewe manis yang lalu lalang untuk mencari makanan pilihan di kawasan ini dan biar ga begitu terganggu dengan pengamen yang setiap lima menit bisa gonta ganti karena para pengamen ini biasa koar koar dulu di bagian dalam.

Penasaran pengen nyobain? dateng aja ke Kobe, tempat makan yang berada di kawasan jalan cibadak bandung ini; dan kalau bingung nyarinya ya tanya aja, secara di kawasan ini tempat makan semua.
Sumber: Bandunglife

Jumat, 22 Oktober 2010

What Television’s First Woman President Has To Teach Us (Part 11)


Bookmark                            and   Share

Many women naturally have high likeability factors and can ramp up their authority and not lose all their likeability.

I worked with a young woman in her twenties whose public relations career had derailed due to her poor presentation skills. When she stood up to present, she acted like a little girl, losing all credibility and authority.

I asked her to pretend she was a tough-talking member of a women’s motorcycle gang. “Spit out the words!” I demanded. As she did, her voice got louder and deeper.

By getting in touch with her anger, the timid, little girl was transformed into a powerful woman.
Her coworkers were impressed and their positive feedback helped her overcome her discomfort in acting out her authority. From then on, she remembered the “motorcycle mama” whenever she presented and reclaimed the authority she already possessed.

Along with attitude, stance, eye contact, pausing, and vocal quality signal authority. When they present, many women I coach assume a dancer’s pose with one toe pointed out at a ninety-degree angle. While this stance may be pretty and feminine, it holds no authority. I counsel both men and women to stand in their full power by placing their feet shoulder-width apart and equally distributing their weight.

The eyes have been called the “windows of the soul.” As such, they are one of our greatest assets in winning audiences. I coach executives to begin their presentations by standing in silence, finding a friendly face, establishing eye contact, taking a deep breath, and then beginning their talk. This simple tip helps speakers become grounded and start their presentations with authority.

Many presenters talk while moving their heads from person to person like a sprinkler system, or worse they lose all connection with their audience by staring at one person, the slide screen, or into space. I train presenters to pick one person and maintain steady eye contact with that person until they have delivered a complete thought.

Like intensive eye contact, pausing signals authority. I teach students that there is power in the pause and recommend that pauses be used to emphasize important points.

Thirty-eight percent of our power as a presenter is determined by vocal quality. To maximize vocal quality, I suggest that women consider:
1. Raising the volume and projecting their voice.
2. Lowering the pitch of their voice, if needed.
3. Avoiding letting the intonation rise at the end of a sentence, or what Jerry Seinfeld termed “up-talking.” Up-talkers often appear uncertain about what they are saying, thus losing all authority and credibility.

Stance, eye contact, pausing, and vocal quality enhance a businesswoman’s authority when she speaks, but nothing creates a more powerful impression than conviction. While many women have strong convictions, they often have a difficult time expressing them. Most women have a conversational style that strives to make others feel comfortable. To accomplish this, many women position their beliefs as opinions and use disclaimers before they speak, such as, “I may be wrong about this, but.…” While this conversational style is extremely effective in building consensus, it can undermine the authority of the speaker.

When women speak with absolute certainty, claiming their full authority, their likeability factor may decrease, but it is worth it if they are able to garner the respect and recognition they deserve.

What Television’s First Woman President Has To Teach Us (Part 1)


Bookmark                            and   Share


By: Randy Siegel

I have a confession to make: I am addicted to Tuesday night’s new hit series “Commander and Chief.” Sure, Geena Davis is beautiful. She tall, regal, and has the best lips in the business after Angelia Jolie. But, television’s first woman president has captured my attention for another reason: I am fascinated with her communication style.

President Mackenzie Allen commands respect, and yet she is likeable. I would follow her lead and still enjoy throwing back a beer with her after a hard day of work in the White House.

Most women are damned-if-they-do and damned-if-they-don’t when it comes to communicating in the male-dominated worlds of politics, business, and education. In order to compete, they must find a delicate balance between authority and likeability.

All great communicators possess what I call “the terrific triad,” credibility, likeability, and authority. While many women want to claim their authority, they are concerned about appearing too domineering or abrasive, and thus losing likeability. “We are in a double bind,” one female executive shared.

To make matters worse, our culture associates authority with men. When we think of those traits we consider authoritative, we immediately think of tall, solidly built, and a lower pitched voice – all characteristics associated with men, not women.
In today’s world, women are expected to be both authoritative and feminine. “That’s very hard,” most women agree. In my experience as a communications trainer and coach, most women have to sacrifice some likeability for authority, and that is okay.

Women Who Dared to Invent

Job, jobs, career

Bookmark                            and   Share


As you sip your morning coffee you probably don’t give any thought as to how the actual process of coffee brewing came to be. If it wasn’t for a frustrated housewife in Dresden, Germany, you might have to brew your coffee by wrapping loose coffee grounds in a cloth bag and boil water around it. Suddenly you have a much better appreciation for Melitta Bentz’s invention.

Knowing there had to be a better way, she stuck some blotting paper in the bottom of a pot that she had poked holes in. Then she poured the water over it. This filtered out the bitter taste. It worked, and she started manufacturing her “coffemakers” and selling them at local fairs. They were a hit.

Other women felt the same frustration and started the invention process. Marion Donovan was a young mom who spent her days washing, bleaching and drying cloth baby diapers. She put together some padding and a show curtain and came up with a prototype. She took her product, “The Boater” around to manufacturers who all told her it would be too expensive to make and turned her down.

So she manufactured the product herself and sold them to department stores. Pretty soon the idea caught on. Moms went into the stores asking for the throwaway diaper. Mrs. Donovan sold her company for $1 million dollars and made moms around the world very happy.

Marie Curie was the only person to win two Nobel prizes. She was a scientist and an inventor. She invented a chemical process for extracting radioactive material from ore and she also discovered radium.

Anyone who has used a personal computer can thank Admiral Grace Murray Hopper for inventing the first computer compiler. The way software was written was changed. They no longer had to write time-consuming instructions for each new software package. She developed COBOL, which is the first user-friendly computer software program.

If you take your lunch to work in a brown paper bag you have Martha Knight to thank for it. She invented the machine that produced them. She was also the first woman to fight and win a patent suit after a man stole her design and put his name on it. He couldn’t imagine that a woman could create such a complex machine. She went on to invent several other machines and tools.

As more women are encouraged to invent, the list of women inventors grows. But still today less than 10% of patents belong to women. Necessity is truly the mother of invention.

Copyright (c) 2010 Julie Austin

Asian Food Fair di Abu Dhabi

Abu Dhabi (ANTARA News) - Pengunjung "Asian Food Fair 2010" yang digelar Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE), pada Sabtu menyantap habis nasi goreng, es cendol dan sate padang yang dijual di stand Indonesia pukul 13.00 waktu setempat padahal acara baru akan ditutup dua jam kemudian.

Sejumlah orang yang antri nampak kecewa dan terpaksa harus mencari makanan di stand yang lain, demikian siaran pers KBRI di Abu Dhabi, Minggu.

Mengulangi sukses penyelenggaraan "Indonesian Charity Bazaar and Cultural Performances" tiga minggu lalu, Indonesia ditunjuk oleh asosiasi para istri duta besar negara-negara Asia (Asian Ladies- Association of Abu Dhabi) sebagai tuan rumah "Asian Food Fair 2010".

"Asian Food Fair" yang baru pertama kali diselenggarakan ini dimulai sejak pukul 11 hingga pukul 15 dan diikuti 13 negara yaitu Australia, Bangladesh, Brunei, China, Indonesia, Jepang, Kazakstan, Malaysia, Nepal, Phillipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Berbagai jenis penganan favorit Asia mulai dari sushi (Jepang) padthai (Thailand) pho (semacam soup dari Vietnam), kue-kue manis dari Kazakstan, Malaysia dan Brunei hingga nasi goreng Indonesia menghiasi 13 tenda-tenda yang berjajar rapi. Harga yang ditawarkan pun sangat murah untuk ukuran Abu Dhabi yaitu Dh.5 ( Rp 12.000) untuk satu porsi kecil.

Kali ini pegunjung semakin bervariasi, bahkan tampak beberapa duta besar di luar kawasan Asia dan warga setempat memenuhi halaman KBRI.

Antusias pengunjung untuk mencicipi berbagai macam makakan khas Asia benar-benar di luar dugaan panitia.

Persis pukul 14.00 hampir semua makanan habis semua diborong, kecuali dari stand China yang tampaknya lebih siap dengan mengambil bahan-bahan tambahan dari kedutaan besar mereka.

Koordinator stand Indonesia yang juga isteri Dubes RI di Abu Dhabi, Murgiyati Supriyadi, mengatakan jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 1.000 orang ini di luar perkiraan mengingat acara tersebut baru dipersiapkan kurang dari dua bulan.

Banyak negara yang awalnya khawatir makanan mereka tidak akan laku. Melihat keberhasilan ini sebagian besar isteri para dubes Asia mengusulkan agar Asian Food Fair ini dijadikan acara rutin dan meminta Indonesia menjadi tuan rumah karena dinilai paling siap dengan lokasi yang strategis serta didukung peralatan yang memadai, tambahnya.

Pengunjung pun dihibur dengan berbagai tarian dan pertunjukan, antara lain dari China, Bangladesh, Malaysia dan Thailand. Sementara Indonesia selaku tuan rumah menampilkan pertunjukan terbanyaknya dengan menghadirkan tari Gambyong, Yapong, Jaipong dan Kulintang serta ditutup dengan Tari Poco-poco yang diikuti secara meriah oleh para pengunjung.

Duta Besar RI untuk Abu Dhabi, M. Wahid Supriyadi, menyatakan kepuasannya atas penyelenggaraan Asian Food Fair ini walaupun dengan persiapan yang sangat singkat.

"Beruntung KBRI telah memiliki panggung dan tenda yang dirancang secara khusus dan dengan cepat dapat dipasang," katanaya.

Tentang pilihan menu nasi goreng, Dubes Wahid bercerita bahwa dalam bazaar bulan lalu, seorang pengunjung asal Jepang protes kenapa Indonesia tidak menampilkan nasi goreng padahal dia dari rumah sudah memimpikan akan membeli makanan yang sudah "go international" tersebut.

Untuk itu dalam acara kali ini KBRI sengaja menyewa seorang chef professional asal Indonesia yang saat ini bekerja di restoran cepat saji yang sangat terkenal ?Noodle House? . Ternyata rumah makan itu juga memiliki menu ?Nasi Goreng Ayam Kampung?.

"Tidak jelas apakah memang benar-benar ayam kampung," ujar Wahid.

"Asian Food Fair 2010" diliput oleh dua harian berbahasa Inggris terbesar Gulf News dan Khaleej Times yang menurunkan artikel dan foto-foto kegiatan tersebut.
sumber:Antara

Lihat Juga:
Solaria
red mango
J.co

Kamis, 21 Oktober 2010

Apasih Buffet

Salah satu bentuk buffet adalah memiliki sebuah meja penuh dengan piring berisi makanan porsi tetap; pelanggan pilih piring berisi makanan apa yang mereka inginkan saat mereka berjalan bersama. Formulir ini paling sering terlihat di cafetaria. Sebuah variasi terjadi di sebuah rumah Dim sum, di mana para pengunjung membuat pilihan mereka dari troli beroda berisi piring makanan yang bersirkulasi melalui restoran. Lain turunan dari jenis buffet terjadi di mana pelanggan memilih makanan dari buffet gaya layout dan kemudian membayar berdasarkan apa yang dipilih.

Bentuk lain, yang dikenal sebagai all-you-can-eat, lebih bebas-form: pelanggan membayar biaya tetap dan kemudian dapat membantu diri mereka untuk makanan sebanyak yang mereka ingin makan di makanan tunggal. Bentuk ini sering ditemukan di restaurant, terutama di hotel.

Jenis ketiga buffet biasa ditawarkan di toko makanan dan supermarket adalah salad bar, di mana pelanggan membantu diri mereka sendiri untuk selada dan bahan salad lainnya, kemudian membayar dengan berat.

Jenis keempat buffet dikaitkan dengan perayaan semacam.

Sebagai kompromi antara self-service dan pelayanan meja penuh, buffet mungkin staf yang ditawarkan: pengunjung membawa piring sendiri sepanjang garis buffet dan diberikan sebagian dari server di setiap stasiun. Metode ini lazim pada melayani pertemuan di mana pengunjung tidak membayar khusus untuk makanan mereka.

Suatu bentuk buffet tradisional di Swedia adalah hamparan, yang secara harfiah berarti meja sandwich.

Rabu, 20 Oktober 2010

Warung Pak Warto

Di daftar menunya tertulis Tempura, Teriyaki, Yakiniku, dan Katsu, tapi jangan salah, ini bukan HokBen yang terkenal itu. Menu-menu itu ditawarkan oleh warung Japanese Food Pak Warto 31, satu-satunya warung masakan Jepang kelas kaki lima di Kota Solo.

Tampak dari luar, warung yang terletak di jalan Supomo, samping Pengadilan Negeri Solo ini memang sederhana. "Memang warungnya sederhana, tapi kalau menurut banyak pelanggan, rasanya nggak kalah dengan yang dijual di mall-mall itu, dan yang jelas harganya lebih terjangkau" ujar ibu Gemi, pengelola warung. Warung ini dikelola oleh ibu Gemi bersama Pak Warto, suaminya, sebagai juru masak.

Pak Warto mendapatkan keahlian memasak masakan Jepang saat menjadi koki di salah satu restoran masakan Jepang di Jakarta. Lalu dia mencoba peruntungannya dengan membuka warung masakan Jepang kaki lima di Jakarta, dan bertahan hingga 20 tahun. Sampai akhirnya dia memutuskan pulang ke Solo, dan membuka warung yang sama di Solo. Meskipun baru berdiri sejak 3 tahun lalu, warung ini sudah memiliki banyak pelanggan setia dari berbagai kalangan. Saat jam makan malam, kadang pengunjung harus rela antri.

Jangan ragu soal kehalalannya, "Kami sama sekali tidak memakai sake dan daging babi, jadi dijamin halal," ungkap ibu Gemi. Rasa makanan Jepang di warung Japanese Food Pak Warto 31 juga sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Namun, ada satu bahan yang tetap dipertahankan, dan tidak bisa digantikan, yakni Kikkoman alias kecap Jepang. Kikkoman digunakan untuk membuat kuah maupun saus. Menurut penuturan pak Warto, kecap ini di Solo tidak ada yang jual, dia biasa membeli Kikkoman yang asli di Jogja atau Semarang.

Soal harga? Murah! Untuk makanannya mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 14.000. Warung Japanese Food Pak Warto 31 buka dari jam 17.00-22.00 WIB.
Sumber: langsungenak

Lihat Juga Chinese food

Nasi Gorengnya Obama

Nasi goreng Bali dengan pelengkap: ayam pelalah, bawang goreng, irisan tomat, daun selada

BAHAN:
400 gr nasi putih
100 gr udang, kupas, sisakan ekornya
2 btr telur, kocok lepas
50 gr kol iris tipis
3 bh cabai rawit, iris tipis
3 sdm minyak goreng
5 sdm bawang goreng untuk taburan

BUMBU HALUS:
8 bh bawang merah
3 siung bawang putih
3 bh cabai merah
½ sdt terasi
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam

CARA MEMBUAT:
1. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan telur dan udang, aduk rata.
2. Tambahkan nasi, cabai rawit, aduk rata, masukkan kol, aduk hingga matang.
3. Angkat, sajikan dengan ayam pelalah, taburan bawang goreng dan pelengkap lainnya.
sumber: tabloid nova

Lihat Juga:
red mango
solaria
J.co

Selasa, 19 Oktober 2010

Makanan Lezat di Pulau Surga

Bagi mereka yang lebih memilih pilihan makanan terbaik dan beragam baik pilihan pada menu, untuk sebagian besar hotel Lombok masih menjamin ketika datang untuk mendapatkan makanan yang berkualitas. Jauh dari hotel terdapat banyak restaurant dan cafe di sekitar pulau di mana Anda dapat menikmati hidangan tradisional Indonesia, tanpa harus menguras kantong anda.

Oriental aksen dan Mediterania juga mudah ditemukan, di restoran di sepanjang pantai Senggigi tetapi di mana pulau benar-benar unggul dalam produksi makanan laut segar. tangkapan ikan di bakar dan daging disusun di atas BBQs di pantai, lezat dan menambah pengalaman baru, ini adalah makanlezat yang kucoba.


Menampilkan hidangan lokal yang disertai dengan musik hidup, Tropicana merupakan salah satu restoran pulau paling terkenal dan populer di Lombok. Terletak di Hotel Puri Mas, ongkos termasuk hidangan lezat seperti ikan Rijsttafel segar. tempat yang bersih dan mengadopsi interior Indonesia.

Senin, 18 Oktober 2010

Life Success: The Difference Between Values and Goals

Employment, Accounting, Banking


Bookmark                          and   Share

By: Marsha Egan


Whether you believe it or not we are all governed by values. Our values influence how we make decisions and effectively run our lives. Values can be instilled in us or we can choose to adopt them. Our values can change. The important thing to know is that when we have strong values, and positive values, they will be integral to our achieving what we want in this life.

Values are not goals. Goals are targets. Values are the base upon which we run our lives.

Values are how you see the world, what you see as important, what you believe.

Why are we talking about values? Because they form the base for your approach to life! Values are the bedrock of your walking the path of life. They support and drive your purpose.

When coaching clients, one of the actions that we take is to have the client articulate what his or her values are. By writing them down, it is a way to keep our values present in our lives.

Here are a few ways to go about clarifying your values:

  1. Imagine you have a day to spend any way you want. What would you do? Some of the answers will give you clarity on what some of your values are.
  2. Think about your sense of right and wrong. As you articulate what is right, you will become more clear on your values.
  3. Consider what excites you and what motivates you. These will give you clues to values, as well.
  4. Ponder about the actions that can add stability to your life. This will open up thought on what those values might be

When you write down your values, it is important to write them in the present tense. As an example, you might write one of your values as "I am financially stable" rather than "I will be financially stable."

A great way to do all this, is to use index cards or sticky notes, because you may find that you will have many things written down. Most likely, they will work their way into natural groupings. Some people like to set a few overriding values, with supporting values.

To use the example above, an overall value could be "I am financially stable". You might have several supporting values to this statement such as, "I pay all my bills before the due date." "I review my insurance annually, " "I save x percent of my income."

Here are some areas where you might wish to state your values:

  • - family
  • - education
  • - morals
  • - community
  • - career
  • - friendships
  • - health
  • - finances
  • - recreation

While this may appear to be making more work than is necessary, it's interesting to see how, by being clear on what your values are, they can influence your actions.

In a personal example, one of my values is "I explore when I travel." On a recent speaking engagement in Oklahoma City, when I arrived at my hotel room, despite the fact that I was tired, I asked how far the Oklahoma Memorial was. When I found out it was only six blocks, I walked there, and was extremely glad that I did. It was a memorial to experience. I doubt that I would have done that, if I had not "lived" this value.

So, I urge you to take a little bit of time to become clear on what your values are. They are already there, most likely you just haven't put them to paper. It's nice to live them, and it's even nicer to pass them on to those who follow you.

Marsha Egan, CPCU, PCC is CEO of The Egan Group, Inc., a Reading, PA based professional coaching firm. She is a certified executive coach and professional speaker, specializing in leadership development and can be reached at marsha@marshaegan.com or visit www.marshaegan.com .